Keciprat Lumpur, Supir Polisi Dianiaya Preman

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id,MEDAN-Gara-gara kecipratan genangan air lumpur, supir perwira menengah (pamen) Polda Sumut dianiaya seorang preman di depan Singapore Internasional Scholl, Kompleks Royal Sumatera Jalan Djamin Ginting, Jumat (13/11/2015)
Akibatnya, sang supir yang diketahui bernama Maranatha Lase (24) mengalami luka lebam pada bagian wajahnya.

Menurut korban sesaat membuat laporan pengaduan ke Polsek Delitua, penganiayaan itu terjadi disaat mengantar anak dari Kompol Yudiatnis yang berdinas di Labfor Polda Sumut pulang sekolah. Maranatha pin yang menunggu di sekitar warung dekat sekolah itu.

Usai jam sekolah, anak Kompol Yudiatnis keluar dari sekolah menuju mobil Toyota Fortuner yang sudah menunggunya. Begitu sang anak masuk ke dalam mobil, Maranatha pun beranjak dari sekolah itu.

Namun, secara tak sengaja Maranatha melintasi genangan air lumpur hingga cipratan air mengenai meja di warung pelaku. Ternyata, pelaku bermarga Tarigan (40) yang juga pemilik warung tak senang dengan cipratan air lumpur yang mengenai mejanya itu.

Lantas, Tarigan mengejar Maranatha yang mengendarai Toyota Fortuner dan memberhentikannya. Tarigan menyuruh Maranatha agar kembali ke warungnya untuk membersihkan meja tersebut.

Saat membersihkan meja, tiba-tiba Tarigan langsung memukuli Maranatha hingga wajahnya babak belur. Usai membersihkan dengan kondisi wajah lebam, Maranatha meminta maaf kepada Tarigan.

“Aku enggak sengaja melintasi genangan air. Rupanya cipratan air lumpur tadi kena ke meja warung pelaku. Nah, pas mau kubersihkan malah dipukulinya aku. Setelah kubersihkan aku minta maaf tapi pelaku enggak terima. Habis itu barulah aku pulang ke rumah majikan,” ujar Maranatha di Mako Polsekta Delitua.

Kata Maranatha, ia sempat memperhatikan ciri-ciri pelaku yang memukulinya itu.

“Sempat kuperhatikan ciri-cirinya bang. Berperawakan kurus, mata cekung kayak pemakai narkoba, sehari-harinya pakai baju kaos putih lusuh dan dibahunya ada tato. Nah, dari informasi warga si pelaku ini juga suka main judi di warungnya itu. Banyak anak pejabat Polri sekolah disana, termasuk anak Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz,” beber Maranatha.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu Jonathan yang dikonfirmasi membenarkan adanya penganiayaan terhadap supir seorang periwa Polri itu.

“Iya benar. Kejadiannya supir enggak sengaja melintasi genangan air dengan mobil. Nah genangan air tadi mengenai meja warung pelaku. Pelaku enggak senang dan melakukan penganiayaan terhadap supir. Ini atensi. Surat perintah penangkapan sudah dikeluarkan. Secepatnya pelaku akan kita tangkap,” ujar Jonathan. (fir/sdf)



loading...

Feeds