Kisah Pilu Mahasiswa Medan Bunuh Diri di Jogja

Ilustrasi.

Ilustrasi.

POJOKSATU.id, Seorang mahasiswa asal  Medan, Sumatera Utara, Jobpri Anugerah Sipayung, 19, ditemukan tewas tergantung di tembok kamar kosnya di Sleman, Jogja.

Selain motif bunuh diri,  dugaan penyebab lainnya masih di dalami petugas kepolisian. Sebab saat diperiksa barang-barang berharga milik korban tidak ada yang hilang.

”Ponsel, laptop, dan dompet korban masih ada,”  kata Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Sepuh Siregar.

Selanjutnya, jazad korban  dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum. Sementara keluarga  korban di Medan juga langsung dihubungi. Hingga kemarin, penyebab  kematian Jobpri Sepayung,  masih jadi misteri. Sebab, korban di kenal tertutup kepada rekan-rekannya di kampus maupun di kosnya. Terlebih, selepas meninggalnya ibu korban sekitar Agustus 2014 lalu.

”Perubahan drastis sekitar enam bulan lalu. Itu setelah ibunya meninggal sesudah lebaran. Dia sangat tertutup, dan lebih banyak di kamar,” kata Christianto, anak pemilik kos.

Kondisi tersebut, diduga membuatnya depresi karena dia lebih dekat dengan ibunya. Sebelum kejadian penemuan mayat  korban, kawan-kawannya masih melihat korban beraktivitas dua hari lalu.

”Masih keluar kamar, saya lihat dia cuci tangan. Sekitar dua harian lalu,” kata salah satu penghuni sebelah kamar korban.Selain itu, dugaan korban sengaja melakukan aksi bunuh diri bisa dilihat dari beberapa catatan yang terdapat di dalam laptopnya.

Ia menulis setidaknya dua catatan dalam kurun waktu antara tanggal 2-3 November. Berikut di antara catatan  remaja yang baru saja berulang tahun belum lama ini.

Berikut tulisan dari korban, ”Aku adalah anak dari bapak J Sipayung dan Ibu K Sebayang, aku punya dua  saudara satu abang dan satu kakak, jadi aku adalah anak yang paling kecil, kami adalah ke luarga yang sederhana dan bahagia, aku bersyukur berada di ke luarga kecil ini Tuhan, sejak kecil aku sadar aku adalah anak yang paling manja di keluarga ini. Sehingga membuatku sulit untuk mandiri namun aku tidak akan menyalahkan orang tuaku atas hal ini, dalam perjalanan hidup-ku aku bersyukur Tuhan namun satu hal yang harus diketahui aku sadar bahwa karakter itu lebih penting dari kepintaran bagaimana kita menjadi seorang yang bernilai.”

Di bagian lain, Jobpri juga menulis ”Sekarang dalam umur aku sudah dewasa, namun mungkin setelah kurenungi aku mem punyai kepribadian labil yang mem-buatku sulit beradaptasi dalam hal pertemanan juga memang penting untuk setia dan saling memahami. Sehingga aku sadar dalam pergaulanku aku tidak memiliki sahabat yang benar-benar mengerti akan hal ini. Ternyata menjadi diri sendiri itu begitu sulit ya, untuk orang  tuaku maafkan aku yang belum mam-pu membahagiakan kalian, aku tak tahu mengapa tuhan begitu cepat memanggil”.

Korban juga menuliskan surat permohonan maaf. Dalam  suratnya tertulis ”Sekali lagi maafkan aku ya Tuhan aku tak tahu surga atau nerakaMu ba-gaimana, namun doa-doa yang selalu ku panjatkan semoga sampai kepadaMu, terimalah amal ibadah ini, Selamat jalan teman semoga kau tenang di alam sana.”

(riz/jko/nn/ong)



loading...

Feeds

Resmi Menjanda Lagi, Musdalifah Bersyukur

POJOKSUMUT.com, MUZDALIFAH harus menerima kenyataan kembali berstatus janda. Pun demikian, dia mengaku bersyukur setelahPengadilan Agama Tangerang telah mencabut status pernikahannya …

Babak I : PSMS Vs Persita : 0-0

Dua menit kemudian, gelandang serang Persita Henry Rivaldi kembali lolos dari kawalan pemain PSMS, mampu melepaskan tendangan keras namun melenceng …