Anak Orang Kaya Ini Batalkan Pernikahan Lewat SMS, Dipolisikan!

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, RANTAU-Anak Pengusaha eksportir kepiting asal Pantai Cermin, Serdang Bedagai berinisial ES (21) dilaporkan oleh WT (19) warga Labura ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres labuhanbatu, Jumat (13/11/2015).

WT nekat melaporkan ES ke polisi lantaran dirinya bersama keluarga sudah terlanjur malu atas perbuatan ES yang tidak mau bertanggung jawab untuk menikahinya. Padahal ES sudah merenggut keperawanan WT pada malam lebaran lalu.

“Tadi kami sudah buat visum ke RSUD Rantauprapat, dan hasil visum ini akan ku serahkan ke penyidik Unit PPA yang menangani pengaduan ku,” ungkap WT didampingi Ibu dan neneknya kepada wartawan saat hendak memasuki ruangan Unit PPA Mapolres Labuhanbatu dilansir metrosiantar.

Menurut WT, dirinya terpaksa membuat laporan pengaduan ke polisi, lantaran dirinya sudah tidak mau lagi dinikahi oleh ES. Sebab dirinya bersama keluarga telah menanggung malu atas perbuatan yang dilakukan oleh ES.

“Keluarga mana yang tak malu bang, jika pernikahan digagalkan melalui SMS. Sepele kali dia (ES) kepada keluarga kami ini. Mentang-mentang dia orang kaya,” cetusnya.

Dijelaskan WT, gagalnya pernikahannya bersama ES lantaran, ES telah memiliki kekasih baru yang tinggal satu kampung dengan ES. Sehingga, ES lebih memilih kekasih barunya.

“Dapat kabar dari teman ES, ternyata si ES sudah  memiliki pacar baru. Makanya, si ES nggak mau tanggung jawab. Kalau pun tanggung jawab, si ES mengatakan akan menjadikan aku sebagai pembantunya dan tak mau menafkahiku. Begitu lah cara si ES menakuti ku bang. Makanya aku nggak mau dinikahinya. Lebih baik si ES itu di penjara dan menanggung perbuatannya,” cetusnya lagi.

Atas laporan yang telah disampaikannya, WT bersama keluarganya berharap agar pihak kepolisian secepatnya menangkap pelaku guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Terpisah, Kapolres Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswardhie SIK melalui Kasubag Humas Polres Labuhanbatu AKP Viktor Sibarani berjanji pihaknya akan menindak lanjuti laporan korban.

“Laporannya sudah kita terima. Pasti akan kita tindak lanjuti. Korban harus bersabar, karena semua itu butuh proses,” katanya. (sdf)



loading...

Feeds