Dipinjam Tak Boleh, Laptop Supriadi Dicuri Temannya

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, MEDAN-Ebenezer Karo-karo (22) warga HM Jhoni bersama kedua temannya, James Sinaga (22) warga Jalan HM Jhoni dan James Laoly (18) warga Jalan Bahagia By Pass Medan, terpaksa harus berurusan dengan petugas Polsek Medan Kota akibat ulah isengnya yang menyembunyikan laptop milik Supriadi Solin (21), penghuni kos Jalan HM Jhoni Gang Sekolah Kel. Teladan Timur Kec. Medan Kota.

Supriadi yang tak lain teman ketiganya merasa keberatan laptopnya disembunyikan sehingga melaporkan kepada polisi.

Ketiganya pun diciduk petugas dari kediamannya masing-masing usai menerima laporan pengaduan korban. Kini, ketiganya mendekam di sel Mapolsek Medan Kota dan terancam hukuman penjara selama 5 tahun sesuai Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian.

Menurut keterangan yang diperoleh dari Polsek Medan Kota Sabtu (14/11/2015), niat ketiganya muncul lantaran merasa kesal dengan sifat Supriadi yang pelit untuk meminjamkan laptopnya. Sebab, ketiganya terdesak waktu untuk mengerjakan skripsi.

Karena tak memiliki laptop, tiga pemuda yang merupakan mahasiswa akademi kesehatan di salah satu kampus Kota Medan ini meminjam kepada Supriadi. Namun, Supriadi tak mau meminjamkan laptopnya. Ketiganya pun menyusun rencananya dan kemudian mencuri laptop Supriadi dari kamar kosnya.

“Kami kesal karena Supriadi pelit kali. Padahal, kami mau pinjam buat skripsi aja tapi enggak dikasihnya,” ujar Ebenezer saat dihadirkan di halaman Mapolsek Medan Kota, Sabtu sore.

Ebenezer mengaku tak ada niat untuk mencuri dan hanya ingin memberi pelajaran saja. Akan tetapi, Supriadi tak terima dan melaporkan kepada pihak berwajib.

“Memang aku yang ngajak orang ini, tapi niatnya cuma nyembunyiin ajanya. Itulah setelah kami sembunyikan lalu dilapornya ke polisi dan enggak lama kami ditangkap dengan tuduhan pencurian,” ungkapnya.

Ia pun berharap Supriadi bermurah hati untuk memaafkan ulahnya dan tak melanjutkan ke proses hukum.

Sementara, itu, Kapolsek Medan Kota Komisaris Polisi Ronald Sipayung mengatakan, tiga mahasiswa tersebut diamankan setelah adanya laporan dari Supriadi yang kecurian laptop dari kamar kosnya.

Ketiga pelaku beraksi dengan cara menyuruh korbannya untuk pergi sejenak ke warung. Disaat lengah, pelaku beraksi dan membongkar kamar kos korban. Selanjutnya, pelaku melarikan laptopnya.

“Modusnya, pelaku sengaja menyuruh korban untuk membeli rokok dan minuman saat sedang asyik bermain gitar. Saat itulah pelaku merusak bahkan membongkar kamar kos korban untuk mencuri laptop yang disimpan di dalam koper,” jelas Ronald.

Ia menambahkan, kasus ketiganya masih terus berlanjut hingga ke persidangan nantinya. “Saat ini kita sedang lengkapi berkasnya dan segera mengirimkan ke jaksa,” tukasnya. (fir/sdf)



loading...

Feeds