Seram! Siswi di SMP Ini Setiap Hari Kesurupan

Suasana penyembelihan kambing hitam di SMPN 2 Simpang Dolok.

Suasana penyembelihan kambing hitam di SMPN 2 Simpang Dolok.

POJOKSATU.id, LIMAPULUH – Suasana menyeramkan terjadi di SMP Negeri 2 Simpang Dolok sejak dua minggu belakangan. Hampir setiap hari, saat jam mata pelajaran berlangsung, sejumlah siswinya kesurupan. Mereka yang dipercaya dirasuki roh halus itu tiba-tiba berteriak-teriak dan menangis.

Guru dan para tenaga pendidikan di SMP Negeri 2 Simpang Dolok itu ikut panik melihat peserta didiknya mendadak mengamuk. Suasana keributan itu hampir terjadi setiap pagi, sekira pukul 10.00 WIB.

Untuk menenangkan para siswi yang kerasukan, berbagai upaya dilakukan para guru, mulai dari menyiramkan air ke wajahnya, membacakan doa-doa hingga menghidupkan kaset rekaman pengajian. Begitulah setiap hari. Saat ada yang kerasukan, oleh rekan dan para guru langsung berusaha menenangkannya dengan membacakan doa.

Lama-lama para guru mulai kelelahan. Para orangtua siswa pun ikut cemas terhadap anak-anaknya yang setiap hari ada saja yang kerasukan. Puncaknya pada hari Senin (9/11/2015) dan Rabu (11/11/2015), hampir seluruh siswi kelas VIII A dan VIII B mengalami kesurupan.

Setelah melihat situasi tak lagi terkendali, seluruh guru dipimpin kepala sekolah menggelar rapat dan diputuskan untuk menggelar Acara Ruwetan dengan mengundang paranormal dan para tetua adat di desa setempat Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara.

Rencana menggelar ruwetan ini pun mendapat persetujuan dari Kepala Dinas Pendidikan Batubara. Apalagi setelah dicermati, kerasukan itu terjadi tepatnya setelah adanya pembangunan toilet di sekolah itu.

Setelah disetujui, Acara Ruwetan pun digelar Jumat (13/11/2015). Saat Acara Ruwetan digelar, seluruh siswa diliburkan. Terkecuali sembilan orang siswi yang hampir setiap hari mengalami kerasukan. Sesuai saran paranormal yang diundang dalam acara itu diminta agar dihadirkan.

Saat acara ruwetan berlangsung, pihak sekolah menyembelih kambing warna hitam sebagai salahsatu sarat dalam acara itu. Acara itu dihadiri seluruh guru, orangtua wali dan tetua adat.

Setelah acara dibuka, Kepala Dinas Pendidikan Drs Darwis MSI, menyampaikan kata sambutan. “Acara ini merupakan upaya untuk penyembuhan agar seluruh warga sekolah menjadi sehat dan tidak lagi kerasukan,” kata Darwis.

Kepala SMP Negeri 2 Simpang Dolok M Nur Husni, berharap, dengan adanya acara ini semoga nantinya dapat berjalan lancar dan para siswa dapat belajar seperti biasa hingga tidak ada lagi gangguan kerasukan seperti yang sudah-sudah. “Mudah-mudahan tidak ada lagi yang kerasukan,” ujarnya.

Tak lama berselang, suasana berubah gaduh. Kesembilan siswi yang diundang dalam acara itu mendadak kerasukan lagi. Acara yang diharapkan berjalan lancar mendadak berubah jadi gaduh.

Siswi yang mengalami kerasukan itu tiba-tiba mengamuk. Mereka berteriak dan menangis. Bahkan di antara siswi yang kerasukan itu ada yang menentang paranormal yang hadir dalam acara itu untuk adu kekuatan. Dia juga mendesak agar pihak sekolah meminta maaf kepada jin penghuni yang ada di sekolah itu.

Kadis pendidikan, kepala sekolah, dan para guru yang berhadir pun ikut panik. Mereka tampak kewalahan saat berusaha menenangkan siswi yang kerasukan itu. Tak hanya itu, paranormal juga tampak kewalahan. Apalagi para siswi yang kerasukan itu berusaha berontak saat dipegangi guru dan para orangtua.

Salahseorang orangtua wali murid Misnawi (34), warga Dusun V, Desa Pulau Sejuk, mengaku sedih saat melihat anaknya mengalami kerasukan dan mengamuk. Dia mengatakan, sejak awal sudah menduga bakal terjadi kerasukan saat acara berlangsung.

“Saya sudah yakin, kalau anak saya masih datang ke sini pasti akan kerasukan lagi,” kata Misnawi dengan wajah pucat.

Kiki Ramadhani (13), kelas VIII B, salahsatu siswi yang mengalami kesurupan mengaku kepalanya serasa berat dan seperti ada yang menusuk-nusuk. Badannya juga sakit. “Saya tidak tahu apa-apa lagi setelah itu,” ujarnya sembari mengusap air mata di pipinya.

Menurut Ijul (29), paranormal asal Dusun 8, Desa Pahlawan, Kecamatan Tanjung Tiram, yang khusus didatangkan dalam acara itu, mengatakan bahwa telah terjadi kesalahan di awal. Menurutnya, sebelum toilet dibangun seharusnya terlebih dahulu disarati.

Sebagai gantinya, masih kata Ijul, dalam acara itu dilakukan penyembelihan kambing warna hitam sebagai sarat. Selanjutnya, kepala dan kaki kambing itu akan ditanam di dekat lokasi pembangunan toilet. “Itu saratnya,” terang Ijul. (sdf)



loading...

Feeds