Tak Terima Dirazia Polisi, Manager Diskotik Ancam Lapor ke ‘Jenderal’

Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Adhi Putranto (kaos hitam), menunjukkan barang bukti minuman keras yang diamankan dari Diskotik dan KTV Iguana, Sabtu (14/11/2015). Foto: fir/pojoksatu.id

Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Adhi Putranto (kaos hitam), menunjukkan barang bukti minuman keras yang diamankan dari Diskotik dan KTV Iguana, Sabtu (14/11/2015). Foto: fir/pojoksatu.id

POJOKSATU.id, MEDAN-Petugas Unit Reskrim Polsek Medan Baru menggelar razia ‘Operasi Pekat’ (Penyakit Masyarakat) di Diskotik & KTV Iguana yang berada di Lantai V Gedung Ramayana Pringgan, Jalan Iskandar Muda, Jumat (13/11/2015) tengah malam. Alhasil, puluhan botol minuman keras (miras) diamankan petugas.

Namun, dalam razia itu petugas sempat bersitegang dengan manager diskotik tersebut. Pasalnya, manager diskotik yang diketahui bernama D Tarigan tak terima dengan razia yang dilakukan petugas Polsek Medan Baru. Karena itu, dia pun mengancam petugas akan melaporkan kepada ‘bekingnya’, salah satu ‘jenderal’ yang disebut-sebut petinggi Polri.

“Saya tidak terima ini, akan saya laporkan kepada jenderal kalian,” ucap D Tarigan yang merasa kesal.

Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Adhi Putranto yang mendengar perkataan itu sempat emosi. Tetapi, Adhi menanggapi dengan santai.

“Silahkan lapor kepada jenderal yang Anda maksud, saya ini merazia resmi, bukan ilegal. Karena, razia ini dalam rangka Operasi Pekat Toba 2015 sesuai perintah langsung pimpinan Polda Sumut hingga 19 November mendatang,” ujar Adhi.

Ia menyebutkan, saat ini pihaknya sedang mempelajari kasus ini untuk membuktikan pelanggaran yang dilakukan diskotik tersebut. Sebab, kabarnya izin dari Disperindag dan miras belum ada.

Untuk barang bukti, sambung Adhi, disita sebanyak 69 botol miras berbagai merk dan beberapa pengunjung karena kedapatan tak membawa identitas serta diduga mengkonsumsi narkoba. Selain itu, pihaknya juga mengamankan sebuah pistol mainan dan borgol yang dibawa seorang pengunjung dari dalam KTV A9.

“Barang buktinya sudah dibawa ke kantor, sementara beberappa orang yang sempat diamankan hanya dilakukan pendataan saja,” tukasnya. (fir/sdf)



loading...

Feeds