Walah, Ketua PWI Ini Merangkap Bandar Sabu

Sabu

Sabu

POJOKSATU.id, AGAM-Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) perwakilan Agam secara de facto, Anizur Pandu (44) diringkus petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumbar, Kamis (12/11/2015). Dari tangannya, polisi menyita dua paket sabu-sabu.

Setidaknya, ada sembilan orang lainnya yang ditangkap dalam penggerebekan yang dilakukan petugas di rumah Anizur, kawasan Lubuakpanjang, Jorong II Nagari Gegarahan, Kecamatan Lubukbasung, Agam.

Namun, dari Sembilan yang ditangkap, hanya Anizur seorang yang dihadapkan Kepala BNN Sumbar M Ali Azhar kepada wartawan, dalam jumpa pers, Jumat (13/11/2015) siang. Delapan lainnya, disebut belum bisa diekspos karena dalam tahap pengembangan. “Dia, yang tertangkap merupakan Ketua PWI Agam. Di tangannya didapat dua paket sabu,” terang Ali Azhar.

Dituturkan Ali Azhar, sebenarnya, Anizur sudah dua bulan diintai oleh petugas. Langkahnya diikuti setelah petugas menerima laporan dari warga yang mengaku sudah resah dengan tindak-tanduk lelaki yang pernah bekerja di media harian terbitan Padang itu. Usai menerima laporan, petugas BNN bersama Polres Agam melakukan penelusuran.

“Sejak lama Anizur diintai, karena yang bersangkutan disebut sebagai bandar sabu. Anggota menunggu waktu yang tepat untuk menangkap,” ungkap Ali Azhar.

Ketika mendengar Anizur sedang bersama delapan kawannya, anggota langsung bergerak dan menggerebek rumah yang dijadikan tempat transaksi. Sewaktu digerebek, Anizur terkejut, namun tidak bisa berbuat banyak, apalagi kabur, karena rumahnya sudah dikepung. Jadilah, Anizur hanya pasrah ketika tangannya diborgol.

Setelah ditangkap, Anizur langsung digiring ke Kantor BNN yang ada di Padang. Pukul 11.00 WIB, Anizur yang dibawa dengan mobil Avanza warna hitam tiba di BNN. Kepalanya ditutup sebo, tangan terborgol dan segera digiring ke dalam Kantor BNNP Sumbar untuk menggelar jumpa pers.

Di dalam ruangan, pelaku didudukan di hadapan wartawan. Seakan malu disoroti kamera, pelaku sesekali menundukan kepalanya, bahkan menangis. “Saya hanya pemakai. Bukan pengedar. Barang yang didapat cuma untuk dipakai sendiri,” kata Anizur kepada wartawan.

Namun, menurut Kepala BNN Ali Azhar, Anizur berkemungkinan seorang pengedar sabu. “Kita masih menyelidiki asal barang bukti. Jika terbukti, pelaku terancam pasal 112 dan Pasal 114 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun hingga maksimal 20 tahun kurungan penjara,” sebut Kepala BNN.

Anizur sendiri mencoba berkilah-kilah. Katanya, dia bukan wartawan aktif namun memang tercatat dalam kepengurusan PWI Agam dan sudah habis masa periode. “Saya bukan wartawan aktif, dulu memang pernah bekerja di salah satu media harian. Saya hanya pemakai narkoba bukan pengedar. Saya tidak pernah mengedarkan,” ujarnya.

Sementara itu, Zulnadi, Dewan Kehormatan Daerah PWI Sumbar yang didampingi Tomi D Rafles dari SIWO PWI Sumbar, mendatangi BNNP Sumbar untuk mengklarifikasi bahwa tersangka memang wartawan aktif dan tercatat dalam kepengurusan PWI Agam periode 2012 hingga 2015 yang sudah berakhir pada bulan Juli 2015 lalu.

“Tersangka sebelum menjabat sebagai unsur Wakil Ketua PWI Agam. Ketika Ketua PWI Agam yang lama, Deni Iswandi meninggal, secara struktural tersangka menjabat Ketua PWI Agam secara de facto tanpa pengukuhan. Namun periode kepengurusan itu sudah berakhir bulan Juli lalu,” sebutnya.

Zulnadi menegaskan PWI Sumbar mendukung BNN maupun kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba yang telah merasuk keseluruh kalangan masyarakat. Semoga tidak ditemukan lagi hal seperti ini yang mencoreng korps profesinya. Sejak ditangkap lanjut Zulnadi, menuturkan keputusan PWI Sumbar saat ini telah menonaktifkan tersangka dalam kepengurusan PWI. “Sedangkan soal keanggotaanya akan dibahas di kongres,” katanya. (sdf)



loading...

Feeds