Kepsek Cabul di Palas Mengundurkan Diri

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, PALAS-Kasus dugaan cabul yang akan dilakukan oleh IP, oknum kepala sekolah di Kabupaten Padang Lawas (Palas) sudah ditangani Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sumatera Utara. Pasca kejadian, IP mengundurkan diri dari kursi kepala sekolah.

“Setelah kejadian itu kita langsung dapat laporannya. Tapi, secara lisan. Dan, kita intruksikan kepada Kemenag Palas laporan tertulis sudah akan sampai Senin,” terang Drs H Soritua Harahap selaku Kabid Mapenda Kanwil Sumut kepada Metro Tabagsel, Minggu (15/11/2015).

Menurut mantan Kepala Kantor Kemenag Palas ini, selain menerima laporan tersebut, pihaknya juga telah menerima surat pengunduran diri dari IP. Direncanakan, Soritua akan bertolak ke Palas Selasa (17/11/2015) besok.

“Pak IP pun sudah mengundurkan diri, sudah kita terima suratnya. Rencana Selasa kita akan turun langsung ke Palas,” kata Soritua yang saat dihubungi sedang berkunjung ke Nias.

Selanjutnya,  kata Kabid Mapenda, pihaknya juga akan langsung mengganti posisi IP setibanya di Palas. Namun sayang, pihaknya belum dapat menginformasikan pengganti kasek IP. “Nanti kita lihat dulu, yang pasti Selasa kita di Palas untuk menindaklanjuti itu,” tandasnya.

Sejauh ini, Kanwil juga belum bisa memastikan akan sanksi yang diberikan kepada IP terkait pelanggaran moral yang dilakukan. “Karena bukti otentiknya belum ada. Tapi yang jelas dia (IP, red) telah mengundurkan diri,” katanya.

Kakan Kemenag Palas H Amran Hasibuan, menambahkan, pihaknya tak punya wewenang terkait pencopotan dan penggantian IP. Itu merupakan wewenang kanwil. Hanya, pihaknya berupaya membuat kondisi sekolah agar kondusif. Dan, memastikan kegiatan proses belajar mengajar berlangsung dengan baik.

“Tidak wewenang kita untuk memberi sanksi atau mencopot kepala sekolah. Itu adalah wewenang kanwil. Kalau kita bagaimana agar sekolah tetap berjalan dengan baik. Dan, tetap menjaga kondisi agar tetap aman dan kondusif,” beber Kakan Kemenag Palas.

Sebelumnya, informasi yang dihimpun Sabtu (14/11/2015) dari sejumlah pihak, dugaan peristiwa cabul terjadi Kamis (12/11/2015) lalu saat proses belajar mengajar sedang berlangsung di salah satu sekolah menengah atas berbasis agama itu.

Lalu, oknum kepala sekolah IP memanggil Cinta, nama samaran, salah seorang siswi kelas III IPA ke ruangannya untuk memperbaiki setelan papan nama. Dipanggil oleh kepala sekolah, Cinta manut. Begitu sampai ruangan, IP langsung membuka baju dan memegang tangan Cinta.

Sontak saja Cinta kaget. Diperlakukan begitu, Cinta berontak. Selanjutnya, lari ke luar ruangan sambil menangis. Guru-guru yang melihat Cinta seperti ketakutan, langsung bertanya apa yang terjadi. Cinta pun menceritakan apa yang barusan dialaminya di dalam ruang kepala sekolah tersebut.

Mendengar kejadian itu, guru-guru bersama siswi melapor ke Kakan Kemenag Palas. Ironisnya, kejadian itu juga mengungkapkan hal yang sama pernah dialami dua siswi lainnya; Mentari dan Melati, keduanya nama samaran.

(sdf)



loading...

Feeds