Yayasan Kerukunan Aceh: Hukum Mati Pembunuh Sekeluarga di Medan

Yayasan Kerukunan Aceh melakukan pertemuan untuk menyikapi kasus pembunuhan yang menimpa keluarga salah satu tokoh masyarakat Aceh, Mukhtar Yakub, Minggu (15/11). Foto: fir/pojoksatu.id

Yayasan Kerukunan Aceh melakukan pertemuan untuk menyikapi kasus pembunuhan yang menimpa keluarga salah satu tokoh masyarakat Aceh, Mukhtar Yakub, Minggu (15/11). Foto: fir/pojoksatu.id

POJOKSATU.id, MEDAN-Berbagai kalangan organisasi masyarakat Aceh terus memantau perkembangan kasus pembunuhan sadis yang terjadi pada keluarga salah satu tokoh masyarakat Aceh, Mukhtar Yakub (70) beserta istri Nurhayati (67) dan cucunya Dika (7).

Salah satunya Yayasan Kerukunan Aceh yang meminta kepada penyidik Satuan Reskrim Polresta Medan yang menangani kasus ini agar memberikan hukuman seberat-beratnya, maksimal hukuman mati.

Ketua Yayasan Kerukunan Aceh Masdani MS MH Phd mengatakan, berdasarkan hasil rapat kepengurusan organisasinya untuk menyikapi kasus tersebut, pihaknya bakal melakukan pengawalan perkara ini sampai vonis hukuman di pengadilan. Artinya, penyidik kepolisian jangan ‘bermain api’ dengan kasus ini.

“Pembunuhan ini merupakan yang paling sadis terjadi. Karena, sebelum-sebelumnya tidak ada yang seperti ini. Pembunuhan inipun jelas sudah direncanakan. Jadi, sebagaimana Pasal 340 KUHPidana bahwa hukuman mati yang pantas diberikan,” ungkap Masdani saat ditemui di salah satu kafe Jalan S Parman Medan, Minggu (15/11/2015).

Menurutnya, hukuman mati memang setimpal diberikan kepada ketiga pelaku. Sebab, perbuatan para pelaku ini sangat keji karena masing-masing dari mereka membunuh satu korban dan bahkan lebih. Ini jelas tentunya perbuatan pelaku tidak berperikemanusiaan.

“Kita juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada kepolisian yang terbilang cepat mengungkap kasus ini dan menangkap semua pelakunya. Namun demikian, kita berharap penyidik tidak bermain-main dalam kasus ini. Sebab, kita akan mengawalnya sampai ke persidangan. Kita akan pantau terus perkembangan kasusnya,” ungkap Masdani.

Ia menambahkan, kepada jaksa dan hakim yang nantinya menangani perkara ini diharapkan juga benar-benar memberikan hukuman yang terberat. Sebab, pembunuhan berencana dihukum maksimal hukuman mati. “Memang sudah sepantasnya dan setimpal hukuman mati diberikan kepada ketiga pelaku,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Mukhtar Yakub bersama istri dan seorang cucunya ditemukan tewas dibunuh di rumahnya, Jalan Sei Padang No. 143 Lingkungan V Kelurahan Padang Bulan Selayang I, Medan Selayang, Jumat (23/10/2015) siang.

Ketiganya dibunuh oleh anak dan kemenakan pembantu korban, yakni Rori Rahman, Triyono Yoga Fujiharto alias Yoga dan Nanang Panji Santoso alias Lanang.

Pelaku sendiri ditangkap polisi saat bersembunyi dari tempat keluarganya di kawasan Jalan Seser Kecamatan Medan Tembung, sehari setelah kejadian, Sabtu (24/10/2015) lalu.

Dua dari ketiga pelaku, Rori dan Lanang dihadiahi timas panas pada bagian kakinya karena berusaha kabur ketika ditangkap. Ketiga pelaku ini merupakan abang-beradik dan sepupu, anak dari pembantu korban. (fir/sdf)



loading...

Feeds