7 Koruptor Steiger Pantai Binasi Tapteng Dituntut 1,5 Tahun

Tiga terdakwa Rosehat Tobing, Rosdiana Hutasoit, Parasian Simanungkalit dugaan korupsi pembangunan Steiger Pantai Binasi saat sidang. | Foto: sah/pojoksatu.id

Tiga terdakwa Rosehat Tobing, Rosdiana Hutasoit, Parasian Simanungkalit dugaan korupsi pembangunan Steiger Pantai Binasi saat sidang. | Foto: sah/pojoksatu.id

POJOKSATU.id, MEDAN – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agustini dan Eva menuntut tujuh terdakwa kasus dugaan korupsi pembangunan Steiger (penyangga) Pantai Binasi, Kecamatan Sorkam Barat, Tapanuli Tengah (Tapteng) dengan ancaman pidana 1,5 tahun atau satu tahun enam bulan kurungan.

Pada tiga sidang yang digelar bergiliran Senin (16/11/2015) di ruang sidang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Medan dengan terdakwa Robert Manogu Hamonangan, Wesli Sitompul dan Sondang Hutagaol, Rosdiana Hutasoit, Parasian Simanungkalit dan Rosehat Tobing.

JPU Agustini dalam pembacaan tuntutannya di hadapan Ketua Majelis Hakim Didik Setyo Handono, mengatakan,  keenam tersangka terbukti melakukan pidana dengan melanggar Pasal 2 Ayat 1 jo Pasal 3  jo  Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.

Sedangkan satu lagi terdakwa Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tapteng, Binton Simorangkir.

“Tim audit BPKP menemukan kerugian negara sebesar Rp1,460  miliar. Jadi untuk itu, kami menuntut ketujuh terdakwa dengan hukuman satu tahun dan enam bulan dengan denda masing-masing Rp50 juta dan subsider dua bulan penjara,” ujarnya.

JPU mengatakan, proyek yang dikerjakan oleh CV R Sutrisno, yang dananya berasal dari APBD Tapteng tahun 2013 dengan nama Pembangunan steiger di Binasi Kecamatan Sorkam dengan pagu sebesar Rp1,6 miliar itu diduga dikerjakan tidak sesuai dengan besteknya.

Sebab, belum setahun selesai dikerjakan bangunan tersebut sudah ambruk dan dinyatakan tidak lagi layak untuk digunakan.

Menanggapi putusan tersebut, ketujuh terdakwa melalui penasihat hukumnya akan mengajukan pledoi (pembelaan) pada sidang selanjutnya. Binton Simorangkir sendiri usai dibacakan tuntutan sempat menangis. Berbeda dengan enam terdakwa lainnya.

Seperti diketahui, tujuh terdakwa sendiri dinilai JPU tidak melaksanakan tugasnya sebagai PPK, KPA, tim pengawas maupun panitia pemeriksa. Mereka mengerjakan proyek tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan dokumen kontrak kerja. (sah/sdf)



loading...

Feeds