Kejagung Periksa 15 Saksi Kasus Bansos

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, MEDAN- Mendalami penyidikan atas kasus dugaan korupsi Bansos tahun 2012-2013, penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali melakukan pemeriksaan terhadap 15 saksi dari Kesbangpol Linmas Sumut, Senin (16/11/2015).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan, Samsuri menyebutkan pemeriksaan untuk dua tersangka dalam kasus ini, yakni Gubernur Sumut Non-aktif Gatot Pudjo Nugroho dan  Kepala Kesbangpol Linmas Sumut, Edi Sofian.

Pemeriksaan seluruh saksi dilakukan aula Lantai II Gedung Kejari Medan.”Ada 15 yang dilakukan pemeriksaan hari ini dilakukan penyidik Kejagung. Keseluruhan saksi dari Kesbangpol Linmas Sumut,” ungkap Samsuri kepada wartawan Senin sore.

Pemeriksaan yang dilakukan selama dua pekan ini, penyidik Kejagung akan memeriksa saksi sebanyak 120 orang saksi. Samsuri menyebutkan pemeriksaan saksi ini, meliputi pengajuan, verifikasi hingga pencarian dana Bansos sendiri.

“Pemeriksaan saksi meliputi pemerima bansos melalui camat dan LSM sendiri. Jadi, akan melakukan pemeriksaan terhadap penerima bansos, yakni LSM dan penyalurnya dari pihak kecamatan atau camatnya sendiri,” jelasnya. Namun, Samsuri tidak tahu camat-camat mana saja akan diperiksa.

Samsuri mengatakan pemeriksaan sejumlah saksi sejak, Selasa (10/11) hingga Jumat (20/11) mendatang. Kemudian, penyidik Pidana Khsusu (Pidsus) Kejagung dijadwalkan selama dua pekan di Kota Medan. Tidak tutup kemungkinan, akan dilakukan pengeledahan kembali untuk mencari barang bukti baru lagi dalam kasus ini.

Diketahui, pemeriksaan ini untuk mencari indikator keterlibatan antara PJ Walikota Siantar dengan Gubernur Sumut Non-Aktif, Gatot Pudjo Nugroho terkait kasus dugaan korupsi dana Bansos, yang merugikan negara mencapai Rp 2,2 miliar.

“Itu berkaitan semuanya. Dari situ bisa dilihat diindikator keterlibatannya antara tersangka,” jelas Samsuri tanpa memberikan secara detail nama-nama saksi yang dimintai keterangan di Kejari Medan.

Dengan itu, penyidik ingin mengetahui aliran dan penerima dana Bansos yang dikeluarkan.”Dari bawahan (anak buah Edi Sofian) diketahui nanti itu semuanya,” katanya.

Lanjutnya, bahwa Tim penyidik Kejagung melakukan sejumlah agenda penyidikan di Kota Medan. Hal itu, untuk merampungkan berkas perkara milik tersangka kasus Bansos yang merugikan keuangan negara mencapai Rp 2,2 miliar.

(sah/sdf)



loading...

Feeds