Kualat! Nabrak Botot, Maling Helm Masuk Parit

Doli Syahputra (37), pencuri helm yang nyungsep ke parit di kawasan Jalan Dahlia Raya, saat diamankan di Mako Polsek Medan Helvetia, Selasa (17/11/2015). | Foto:fir/pojoksatu.id

Doli Syahputra (37), pencuri helm yang nyungsep ke parit di kawasan Jalan Dahlia Raya, saat diamankan di Mako Polsek Medan Helvetia, Selasa (17/11/2015). | Foto:fir/pojoksatu.id

POJOKSATU.id, MEDAN-Ibarat pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga. Kiasan itu kiranya tepat bagi Doli Syahputra (37) pelaku pencurian helm.

Pria yang tinggal di Jalan Cempaka 2 Kec. Medan Helvetia ini tertangkap basah mencuri helm milik salah seorang pengendara sepeda motor yang terparkir di minimarket kawasan Jalan Matahari, Selasa (17/11/2015) siang.

Bagaimana tidak, Doli yang berusaha kabur dengan mengendarai Yamaha Xeon tanpa plat setelah aksinya ketahuan, menabrak gerobak pembawa barang bekas (botot) saat berbelok di Jalan Dahlia Raya.

Akibatnya, bapak beranak satu inipun nyungsep ke dalam parit. Tak pelak, warga dan sejumlah pengendara yang mengejarnya langsung menghajar Doli hingga babak belur dan nyaris tewas.

Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, awalnya Doli sedang melintas di Jalan Matahari Raya menggunakan kendaraan roda duanya. Ketika hendak melewati minimarket yang berada tak jauh dari kantor Polsek Medan Helvetia, Doli melihat helm merk LTD terletak pada spion kendaraan yang diparkir di depan minimarket.

Melihat itu, Doli yang diduga sudah berulang kali mencuri ini langsung mengambil kesempatan. Disaat situasi menurutnya sudah aman, Doli pun beraksi dan mengambil helm yang belakangan diketahui milik Sarah (26), pengendara sepeda motor Honda Beat.

Namun sial, ulah Doli ketahuan Sarah yang kebetulan keluar dari minimarket usai berbelanja. Spontan, Sarah pun berteriak maling hingga mengundang perhatian warga dan pengendara yang melintas. Doli yang panik karena aksinya ketahuan, langsung kabur ke arah Jalan Matahari Raya menggunakan kendaraannya.

Selanjutnya, pria yang mengaku tinggal di Jalan Cempaka 2 Kec. Medan Helvetia ini berbelok ke Jalan Dahlia Raya, persis di samping kantor Polsek Medan Sunggal. Disaat kabur di Jalan Dahlia Raya, Doli hendak berbelok lagi. Akan tetapi, dia bernasib sial karena menabrak gerobak pembawa barang bekas yang sedang didorong pemiliknya.

Tabrakan pun tak terelakkan, hingga membuat Doli terpental dari kendaraannya dan nyungsep di dalam parit. Sementara, pendorong gerobak itu berhasil mengelak.

Doli yang tersungkur di dalam parit tak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya pasrah dan meringis kesakitan. Warga dan pengendara yang semula mengejarnya langsung berhenti dan menghajar Doli habis-habisan. Bahkan, pelaku nyaris tewas jikalau polisi terlambat datang.

Petugas Unit Lantas Polsek Medan Helvetia, Bripka MA Siregar, yang mendapat kabar, datang ke lokasi dan langsung mengamankan pelaku dari amukan massa. Pelaku kemudian diboyongnya ke kantor untuk proses lebih lanjut.

“Dia (pelaku) ini, pencuri helm yang nabrak gerobak lalu masuk parit di Jalan Dahlia Raya. Kemudian, dia dipukuli warga habis-habisan. Tapi untungnya, kita cepat datang dan mengamankan pelaku,” ujarnya.

Kapolsek Medan Helvetia Komisaris Polisi Ronni Bonnic melakui Kanit Reskrimnya Ajun Komisaris Polisi Hendrik Temaluru yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih mengamankan pelaku dan akan membawa ke rumah sakit untuk diobati terlebih dahulu karena lukanya cukup parah. Setelah itu, pelaku akan dilakukan penahanan.

Sementara itu, Doli yang sempat diwawancarai mengaku terpaksa mencuri karena tak memiliki pekerjaan. Sebab, Doli mempunyai anak istri yang harus dinafkahinya.

“Mau gimana lagi, kerjaanku enggak ada. Ya, terpaksalah mencuri untuk memenuhi kebutuhan anak dan istriku. Soalnya, kalau enggak begini kami enggak makan,” aku Doli sambil meringis kesakitan.

Dikatakannya, jika berhasil mencuri helm tersebut rencananya akan dijual seharga Rp 100 ribu kepada temannya. “Lumayanlah kalau dijual, uangnya aku kasih istriku untuk makan,” ucap Doli. (fir/sdf)



loading...

Feeds