Pulang Sekolah, Siswi SMA Dicabuli di Kuburan Jepang Delitua

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id,MEDAN-Desi (nama samaran), salah seorang pelajar SMA Negeri 1 Delitua, dicabuli oleh pria yang baru dikenalnya, ED (33), warga Jalan Sisingamangaraja Kec. Medan Amplas, selepas dari pulang sekolah.

Pelajar yang tinggal di Desa Selamat Kec. Sibiru-biru, Deliserdang ini, diseret lalu dibekap di Komplek Kuburan Jepang kawasan Delitua. Di daerah yang sepi itu, tubuh molek Desi digerayangi pelaku.

Menurut informasi yang diperoleh Selasa (17/11/2015) menyebutkan, ulah bejat ED terjadi saat korban pulang dari sekolah. Saat turun dari angkot, korban yang berjalan kaki menuju rumahnya digombali ED.

Korban pun tersipu malu dan hatinya berbunga-bunga. Pelaku kemudian menawarkan tumpangan untuk menuju rumahnya yang berjarak sekitar 500 meter lagi.

Saat dibonceng, pelaku tak langsung pulang menuju rumahnya dan beralasan mengajak korban untuk jalan-jalan. Korban yang tak curiga menuruti saja. Lalu pelaku membawanya ke kawasan Komplek Kuburan Jepang Delitua, yang penuh semak belukar.

Pelaku tiba-tiba menghentikan laju kendaraannya dan beralasan kebelet buang air kecil. Namun, baru saja turun dari sepeda motor, pelaku langsung menarik tangan korban dan membekap mulutnya. Selanjutnya, pelaku menyeret korban ke Kuburan Jepang yang kerap dijadikan lokasi judi dadu putar.

ED kemudian memeluk tubuh korban sembari terus membekap mulutnya. Spontan, korban yang masih duduk di Kelas I SMA Negeri itu berontak. Namun, upaya sia-sia lantaran kalah tenaga. Pelaku lalu merebahkan Desi dan berusaha membuka pakaiannya. Akan tetapi, korban berhasil mempertahankan.

Karena tak berhasil membuka pakaian korban, ED lalu menggerayanginya. Puas mencumbui korban hampir setengah jam, ED lalu melepaskan dan meninggalkannya.

Sebelum meninggalkan korban, ED pun melontarkan ancaman agar tidak memberitahu kepada orang lain. “Awas, kalau kau berani cerita sama orang nyawamu kuhabisi,” ucap korban menirukan perkataan pelaku saat membuat laporan ke Polsek Delitua.

Setelah pelaku pergi, korban yang ditinggalkan syok dan takut sehingga tak berani pulang ke rumahnya. Korban memutuskan kembali ke sekolahnya dan menceritakan kepada salah seorang guru sekolahnya, Dewi Boru Naibaho. Usai diceritakan, korban pun mendatangi kantor Polsek Delitua dengan ditemani gurunya.

Kapolsek Delitua AKP Daniel Marunduri melalui Kanit Reskrimnya Iptu Jonathan Hutagalung membenarkan adanya laporan korban dan segera menindaklanjutinya.

“Sedang kita proses dan kita sedang lakukan pengejaran terhadap pelaku,” ujarnya kepada wartawan.(fir/sdf)



loading...

Feeds