Rumah Dinas TNI Dijadikan Gudang Penadah Sepeda Motor

Pasukan gabungan TNI Kodam I Bukit Barisan melakukan pengosongan rumah dinas TNI di Asrama Sunggal, Selasa (17/11/2015). | Foto: fir/pojoksatu.id

Pasukan gabungan TNI Kodam I Bukit Barisan melakukan pengosongan rumah dinas TNI di Asrama Sunggal, Selasa (17/11/2015). | Foto: fir/pojoksatu.id

POJOKSATU.id, MEDAN-Pasukan gabungan TNI Kodam I Buikt Barisan kembali melakukan pengosongan rumah dinas TNI di Asrama Sunggal, Selasa (17/11/2015).

Dalam pengosongan tersebut, petugas mendapati sebuah rumah dinas yang diduga dijadikan gudang penadah sepeda motor hasil curian. Karenanya, petugas pun mengamankan kendaraan roda dua yang diduga ilegal tersebut.

Menurut informasi yang diperoleh, sekira pukul 09.00 WIB ratusan petugas gabungan TNI ini melakukan pengosongan terhadap empat rumah dinas di tempat yang berbeda. Untuk itu, pengosongan yang dipimpin oleh Kolonel Arm Anggoro, Asisten Logistik Kasdam I Bukit Barisan membagi tim.

Empat rumah dinas yang dikosongkan tersebut terdapat di Asrama Sunggal, di antaranya di Jalan Tritura No. K 583, yang merupakan rumah Alm Pandapotan Simatupang dan dihuni oleh anaknya Naek Simatupang/Boru Simanjuntak. Selanjutnya, di Jalan Sumpah Prajurit No. K 41, bekas rumah Alm Sapri yang sekarang ditempati oleh menantu/besannya.

Kemudian, di Jalan Ampera Barat No. 70, rumah Alm Saidi yang sekarang dihuni oleh anaknya Rusli. Terakhir, di Jalan Legawa, rumah Alm Hamzah, yang sekarang dihuni oleh anaknya Mertih serta menantu dan suaminya Asdan.

Di saat melakukan pengosongan pada rumah yang terakhir, tim eksekusi menemukan adanya rumah yang diduga dijadikan tempat penadah sepeda motor, di Jalan Prasaja No. K 278. Rumah tersebut dihuni oleh istri Alm Marsinta Naibaho, ibu Boru Simbolon dan putrinya Devi.

Sementara suami Devi sedang menjalani hukuman dengan vonis pengadilan 5 tahun kurungan penjara terkait kasus kepemilikan sabu-sabu.

Kepala Penerangan Kodam I Bukit Barisan Kolonel Enoh Solehuddin mengatakan, dari rumah ini petugas mengamankan 8 unit sepeda motor yang diduga hasil curian. Selain itu, turut diamankan 1 unit mobil Honda Civic BK 1702 ZN.

“Seluruh kendaraan tersebut diserahkan kepada pihak Polsek Medan Sunggal untuk penanganan proses hukumnya,” kata Enoh kepada wartawan.

Ia menambahkan, selama proses eksekusi tersebut berjalan dengan lancar dan tidak ada terjadi kekerasan. “Pengosongan rumah dinas dilakukan karena dihuni oleh orang sipil atau yang tidak berhak. Nantinya, rumah yang dikosongkan itu diperuntukkan untuk anggota yang aktif,” tukasnya. (fir/sdf)



loading...

Feeds