Kapolsek Medan Timur Diduga Aniaya Anggota

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, MEDAN-Hanya karena gara-gara terlambat apel piket malam, Brigadir Polisi Dua (Bripda) Risky Erlina Harahap yang merupakan anggota Polsek Medan Timur, diduga dianiaya pimpinannya, Kapolsek Medan Timur Komisaris Polisi (Kompol) Sisca Munthe.

Akibatnya, Risky mengalami luka memar pada bagian wajahnya yang diduga ditampar oleh pimpinannya tersebut. Tak hanya itu, kaki Risky juga terluka lantaran ditendang. Kini, Risky masih menjalani perawatan di RS Permata Bunda, Jalan Sisingamangaraja Medan, Rabu (18/11).

Menurut informasi yang diperoleh di lapangan, kejadian itu berawal ketika Risky meninggalkan tugasnya di kantor pada sore hari sekira pukul 17.00 WIB, Senin (16/11) lalu. Pasalnya, Polwan yang baru jadi ini hendak mengikuti ujian di kampusnya.

Tanpa memberi kabar dan izin dari pimpinannya, Risky pun nekat meninggalkan tugasnya. Namun, sebelum pergi Risky sempat meminta rekan kerjanya yang juga anggota Polsek Medan Timur, untuk meng-handle pekerjaannya sementara.

Setelah hampir dua jam kemudian usai mengikuti ujian, Risky kembali ke tempatnya bekerja. Alangkah terkejut, ketika sampai di kantornya dia melihat rekan-rekannya sedang apel di halaman Mako Polsek Medan Timur. Dengan tergesa-gesa dan wajah ketakutan, Risky memberanikan diri ikut apel.

Tak pelak, Kompol Sisca Munthe yang disebut-sebut memimpin apel bersama Kanit Provostnya langsung memanggil Risky. Selanjutnya, Risky diduga dianiaya oleh kedua pimpinannya dengan dengan cara ditampar dan ditendang.

Risky yang dalam kondisi lemah, langsung jatuh pingsan. Dia kemudian dilarikan ke RS Permata Bunda untuk diberikan perawatan.

Risky yang dirawat di Kamar Intan 207 RS Permata Bunda enggan bertemu saat disambangi, Rabu siang. Polwan baru ini menolak bertemu dan menutup badan serta wajahnya dengan selimut. Dia pun enggan berbicara dan beralasan masih belum sehat.

Ibu Risky yang sempat diwawancarai terkesan menutupi. Diduga telah diintervensi, ibunya pun membantah anaknya telah dianiaya. “Mana ada anak saya dipukul, salah informasi itu. Anak saya ini jatuh dari kamar mandi,” ucap ibu Risky yang enggan namanya disebutkan dan buru-buru pergi.

Sementara itu, bapak Risky, Hotma Tua Harahap mengaku tak tahu kejadian yang dialami anaknya. Hotma yang mendengar kabar anaknya dianiaya pun terkejut.

“Apa betul anak saya ini dipukuli? Soalnya saya sama sekali enggak tahu. Katanya, anak saya ini pusing saja,” ujar Hotma.

Meski begitu, kata Hotma, apabila benar anaknya dianiaya oleh pimpinannya maka akan melaporkan ke Bidang Propam Polda. “Kalau memang benar, saya akan laporkan ke Propam Polda,” ucap Hotma dengan nada sedikit emosi.

Kompol Sisca Munthe yang dihubungi wartawan pada Rabu siang terkesan mengelak. Sisca meminta agar kejadian tersebut tidak dibesar-besarkan.

“Ah jangan dibesar-besari kali, nanti saya telepon lagi,” ucapnya singkat. Namun, setelah ditunggu-tunggu, perwira polisi berpangkat satu melati emas ini tak kunjung menghubungi.

Sisca yang dihubungi kru pojoksatu.id berkali-kali via selulernya untuk melakukan konfirmasi kebenaran kejadian itu, tak bersedia mengangkat sekitar pukul 15.10 WIB. Bahkan, pesan singkat yang dilayangkan pukul 15.21 WIB tak kunjung dibalas.

Namun, sekira pukul 15.30 WIB Sisca membalas pesan singkat. Polwan berkacamata ini membantah telah melakukan penganiayaan terhadap anggotanya. “Tidak ada bang,” ujar Sisca. (fir/sdf)



loading...

Feeds