Pencabul Siswi SMA di Kuburan Jepang Ditangkap

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, MEDAN–Pelaku pencabulan terhadap Desi (nama samaran), salah seorang pelajar SMA Negeri 1 Delitua, yang dicabuli di pekuburan Jepang Delitua akhirnya ditangkap petugas Polsek Delitua.

Pelaku yang diketahui bernama Edriadi alias ED (33), warga Jalan Sisingamangaraja Gang Mandailing Kel. Siti Rejo III Kec. Medan Amplas, dibekuk polisi dari rumah keluarganya di Medan.

“Pelaku sudah kita tangkap dari tempat persembunyiannya,” kata Kapolsek Delitua Ajun Komisaris Polisi Daniel Marunduri melalui Kanit Reskrimnya Inspektur Satu Polisi Jonathan Hutagalung, Rabu (18/11/2015).‬

‪Jonathan menuturkan, penangkapan pelaku berdasarkan laporan korbannya. Saat ini, pelaku telah ditahan dan masih dalam pemeriksaan lebih lanjut.

“Pelaku nantinya akan dijerat UU tentang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2014 dan Pasal 284 KUHPidana, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, Desi dicabuli ED selepas pulang sekolah, Senin (16/11/2015) lalu. Pelajar yang tinggal di Desa Selamat Kec. Sibiru-biru, Deliserdang ini, diseret pelaku lalu dibekap di Komplek Kuburan Jepang kawasan Delitua. Di daerah yang sepi itu, tubuh molek Desi digerayangi pelaku sembari terus membekap mulutnya.

Spontan, korban yang masih duduk di Kelas I SMA Negeri itu berontak. Namun, upaya sia-sia lantaran kalah tenaga. Pelaku lalu merebahkan Desi dan berusaha membuka pakaiannya. Akan tetapi, korban berhasil mempertahankan.

Karena tak berhasil membuka pakaian korban, ED lalu menggerayanginya. Puas mencumbui korban hampir setengah jam, ED lalu melepaskan dan meninggalkannya.

Sebelum meninggalkan korban, ED pun melontarkan ancaman agar tidak memberitahu kepada orang lain. “Awas, kalau kau berani cerita sama orang nyawamu kuhabisi,” ucap korban menirukan perkataan pelaku saat membuat laporan ke Polsek Delitua.‬

Setelah pelaku pergi, korban yang ditinggalkan syok dan takut sehingga tak berani pulang ke rumahnya. Korban memutuskan kembali ke sekolahnya dan menceritakan kepada salah seorang guru sekolahnya, Dewi Boru Naibaho. Usai diceritakan, korban pun mendatangi kantor Polsek Delitua dengan ditemani gurunya. (fir/sdf)



loading...

Feeds