Pencabul Siswi SMA di Kuburan Jepang: Gak Tahan Aku Lihat Bodynya…

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, MEDAN-Edriadi alias ED (33), pelaku pencabulan terhadap Desi (nama samaran), salah seorang pelajar SMA Negeri 1 Delitua yang dicabuli di pekuburan Jepang, mengaku tahan melihat paras dan kemolekan tubuh korban.

“Enggak tahan aku melihat body-nya yang montok dan semok, pas kulihat dia lagi jalan sendirian,” dalih ED saat diwawancarai wartawan di Mako Polsek Delitua, Rabu (18/11/2015).

Dijelaskannya, saat korban turun dari angkot dan berjalan kaki menuju rumahnya lalu digombali. Korban pun tersipu malu dan hatinya berbunga-bunga. Kemudian menawarkan tumpangan untuk menuju rumahnya yang berjarak sekitar 500 meter lagi.

Saat dibonceng, pelaku tak langsung pulang menuju rumahnya dan beralasan mengajak korban untuk jalan-jalan. Korban yang tak curiga menuruti saja. Lalu pelaku membawanya ke kawasan Komplek Kuburan Jepang Delitua, yang penuh semak belukar.

Pelaku tiba-tiba menghentikan laju kendaraannya dan beralasan kebelet buang air kecil. Namun, baru saja turun dari sepeda motor, pelaku langsung menarik tangan korban dan membekap mulutnya. Selanjutnya, pelaku menyeret korban ke Kuburan Jepang yang kerap dijadikan lokasi judi dadu putar.

ED kemudian memeluk tubuh korban sembari terus membekap mulutnya. Spontan, korban yang masih duduk di Kelas I SMA Negeri itu berontak. Namun, upaya sia-sia lantaran kalah tenaga. Pelaku lalu merebahkan Desi dan berusaha membuka pakaiannya. Akan tetapi, korban berhasil mempertahankan.

‪Karena tak berhasil membuka pakaian korban, ED lalu menggerayanginya. Puas mencumbui korban hampir setengah jam, ED lalu melepaskan dan meninggalkannya.

Diakuinya , sebelum meninggalkan korban ia melontarkan ancaman agar tidak memberitahu kepada orang lain. “Awas, kalau kau berani cerita sama orang nyawamu kuhabisi,” ucapnya.

Setelah pelaku pergi, korban yang ditinggalkan syok dan takut sehingga tak berani pulang ke rumahnya. Korban memutuskan kembali ke sekolahnya dan menceritakan kepada salah seorang guru sekolahnya, Dewi Boru Naibaho. Usai diceritakan, korban pun mendatangi kantor Polsek Delitua dengan ditemani gurunya.

Sebelumnya, ED, warga Jalan Sisingamangaraja Gang Mandailing Kel. Siti Rejo III Kec. Medan Amplas, dibekuk petugas Polsek Delitua dari rumah keluarganya di Medan.

“Pelaku sudah kita tangkap dari tempat persembunyiannya,” kata Kapolsek Delitua Ajun Komisaris Polisi Daniel Marunduri melalui Kanit Reskrimnya Inspektur Satu Polisi Jonathan Hutagalung.‬

‪Jonathan menuturkan, penangkapan pelaku berdasarkan laporan korbannya. Saat ini, pelaku telah ditahan dan masih dalam pemeriksaan lebih lanjut.

“Pelaku nantinya akan dijerat UU tentang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2014 dan Pasal 284 KUHPidana, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara,” tukasnya. (fir/sdf)



loading...

Feeds