Terdakwa Korupsi Ini Pingsan Saat Disidang di PN Medan

Terdakwa Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada APBD Deliserdang yang mantan bendahara Panwaslu Deliserdang, Baker pingsan saat sidang, Selasa (17/11/2015).

Terdakwa Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada APBD Deliserdang yang mantan bendahara Panwaslu Deliserdang, Baker pingsan saat sidang, Selasa (17/11/2015).

POJOKSATU.id, MEDAN – Lanjutan sidang dugaan korupsi penyalahgunaan dana hibah Pilkada yang bersumber dari APBD Kabupaten Deli Serdang TA 2013, Selasa (17/11/2015) di ruang Cakra I Pengadilan Negeri (PN) Medan, gagal mendengarkan kesaksian eks ketua Panwaslu Deliserdang Erwin Lubis.

Kejadian bermula saat sidang yang dipimpin Majelis Hakim Ahmad Sayuti tersebut diskors usai mendengarkan keterangan saksi Masni, Pembantu Bendahara Panwaslu Deliserdang.

Selanjutnya, majelis hakim menskors sidang tersebut lantaran memasuki waktu makan siang. Sekitar Pukul 14.00 WIB, sidang kembali dilanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi lain, mantan ketua KPUD Deliserdang, Muhammad Said dan eks ketua Panwaslu Deliserdang, Erwin Lubis.

Namun, belum lagi mendengarkan keterangan saksi, salah seorang terdakwa, mantan bendahara Panwaslu Deliserdang, Baker tiba-tiba pingsan. Padahal sebelumnya, terdakwa terlihat makan siang di ruang tunggu Jaksa Penuntut Umum (JPU) di PN Medan bersama beberapa jaksa.

Karena kejadian tersebut, Majelis Hakim selanjutnya menunda sidang untuk dilanjutkan pekan depan. “Sidan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi lainnya,” ujar Majelis Hakim.

Tetapi keanehan berlanjut, terdakwa yang dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) RS Malahayati Medan setelah dicek  ternyata tidak terlihat berada di tempat itu.

Menanggapi hal tersebut, Tim Penasehat Hukum kedua terdakwa, Tengku Fitra Yupina didampingi Shoimah mengatakan, sebelumnya setelah melewati enam sidang, tidak pernah ada kejadian seperti itu. Namun anehnya pada sidang ke tujuh tersebut, klien mereka pingsan.

“Ada enam sidang sebelum ini tapi klien kami (Baker) tidak pernah mengalami ini. Ini dia pingsan, kami juga heran,” ungkapnya.

Sebelumnya saat mendengarkan keterangan saksi Masni, dia mengaku turut membantu Baker selama ini dalam proses pemindahan data ke komputer. Namun dia tidak tahu pembukuan itu apakah diketahui ketua panwaslu saat itu Erwin Lubis atau tidak.

Untuk diketahui, dugaan korupsi penyalahgunaan dana hibah Pilkada yang bersumber dari APBD Kabupaten Deli Serdang TA 2013, menjerat mantan kepala kesekretariatan Panwaslu Deliserdang, Sofyan Nauli dan Mantan bendahara Panwaslu Deliserdang, Baker.

Keduanya didakwa dugaan korupsi yang merugikan negara sebesar Rp234 juta dari total anggaran Rp3 miliar lebih.(sah/sdf)



loading...

Feeds