Sebelum Dinikahkan, Menantu Ini Sering Disetubuhi Ayah Mertua

Kapolres Tapsel AKBP Rony Samtana didampingi Kasat Reskrim AKP Jama K Purba menginterogasi YG, suami korban yang diduga terlibat menganiaya istrinya. Foto: metro tabagsel

Kapolres Tapsel AKBP Rony Samtana didampingi Kasat Reskrim AKP Jama K Purba menginterogasi YG, suami korban yang diduga terlibat menganiaya istrinya. Foto: metro tabagsel

POJOKSATU.id, TAPSEL- Ternyata EG sudah terlebih dahulu menyetubuhi OW sebelum dinikahkan dengan anaknya, YG. Dan EG pula yang memberikan uang sebesar Rp20 juta kepada orangtua OW sebagai mahar, baru kemudian dinikahkan kepada YG anak EG.

“Iya, sebelum kami dinikahkan, ayah saya memang sudah pernah berbuat seperti itu (menyetubuhi, red) kepada istri saya. Dan, ayah saya juga memberikan uang kepada orangtua istri saya sebanyak Rp20 juta sebagai mahar,” ungkap YG yang mengaku takut kepada orangtuanya, sehingga tidak membela istrinya.

Diceritakan, sebelum mereka dinikahkan, keluarga mereka dan keluarga korban tinggal di satu kampung yang sama di Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Sehari-hari, YG dan keluarganya hidup dari pekerjaan menderes kebun karet milik mereka. Entah bagaimana, YG yang mengaku dijodohkan dengan OW, menerimanya saat mereka dinikahkan sekitar 6 bulan yang lalu.

“Aku takut sama orangtuaku, makanya sewaktu mereka menikahkan kami, aku terima,” jelasnya.

Soal ayah yang sering menyetubuhi istrinya, YG malu-malu mengakuinya. Kata YG, ibunya juga mengetahui kalau ayahnya sering bersetubuh dengan perempuan yang sudah dinikahinya itu. “Ibu saya juga tahu itu,” ujarnya.

Begitupun, YG mengaku masih sayang kepada istrinya. “Istri saya enggak apa-apa, Pak? Saya sayang dia, kasihan dia pak,” sebut YG yang mengaku ditangkap petugas saat tidur bersama istrinya di kediaman neneknya tidak jauh dari rumah keluarganya.

Sementara itu, OW yang ditemui Metro Tabagsel di Mapolres Tapsel didampingi pihak P2TP2A Tapsel, mengaku, segala perbuatan ayah mertua kepadanya selalu diketahui ibu mertua. Namun, ibu mertuanya diam saja.

“Iya, ayah suami saya juga sebelumnya pernah melakukan itu (menyetubuhi,red) kepada saya,” aku perempuan berusia 19 tahun dan tidak pernah sekalipun mengenyam pendidikan sekolah.

Bukan hanya mendapat kejahatan seksual, OW juga sering disiksa. “Semuanya sering memukuli saya. Alasan mereka karena saya menderes (karet) enggak becus, kerja saya engga ada yang benar. Suami saya juga sering memukuli saya,” terangnya.

Setelah mereka menikah, rupanya EG, ayah mertuanya sering kembali mengajaknya untuk berhubungan badan. Namun, korban menolaknya, dan hal itu juga yang mungkin menjadi alasan keluarga suaminya kerap menyiksanya.

“Terakhir saya diikat di pohon kelapa, baju saya dikoyak-koyak ibu mertuanya, saat itu saya hanya bisa menangis. Terus dada saya ditendangi mereka dan dilihat semua anggota keluarga,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua P2TP2A Tapsel, Hubban Hasibuan yang mendampingi korban mengaku, hingga saat ini mereka memberikan ‘rumah aman’ bagi korban untuk menghilangkan rasa traumanya. Dan mereka berharap, para pelaku selain suami korban dapat secepatnya ditangkap. (sdf)



loading...

Feeds