30 Ribu Buruh di Sumut Ancam Mogok Kerja Pekan Depan

Demo buruh di Medan belum lama ini. | File: pojoksatu.id

Demo buruh di Medan belum lama ini. | File: pojoksatu.id

POJOKSATU.id, MEDAN-Puluhan ribu buruh dari berbagai elemen di Sumatera Utara (Sumut) mengancam akan melakukan mogok kerja secara massal. Mereka bakal melakukan aksi unjuk rasa secara besar-besaran di kantor Gubernur Sumut (Gubsu) guna menolak penetapan nilai Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumut tahun 2016 sebesar Rp 1,81 juta, pada pekan depan.

“Para buruh akan melakukan aksi mogok kerja selama empat hari, mulai 24 hingga 27 November 2015. Nantinya, hampir 30 ribu buruh se-Sumut akan mogok massal sampai Pemprovsu membatalkan UMP tersebut,” ujar Koordinator Buruh Deliserdang, Budi Syafriansyah, Sabtu (21/11/2015).

Dikatakannya, apabila penetapan UMP tersebut tak berubah, buruh tidak akan berhenti melakukan aksi. “Kami tidak akan berhenti dan akan terus menduduki kantor-kantor pemerintahan dan industri,” cetus Budi.

Diketahui sebelumnya, UMP Sumut telah ditetapkan sebesar Rp.1.811.875. Hal itu ditegaskan Ketua Dewan Pengupahan Sumatera Utara (Sumut) Mukmin.

“UMP sebesar Rp 1.811.875 sudah final. Besaran tersebut sudah sesuai dengan formula yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan,” ujarnya.

Ia menuturkan, dalam penetapan UMP kali ini tidak ada komponen baru yang dibahas.‬

“Kami hanya mengikut petunjuk pusat. Berdasarkan komponen tidak ada, yang pasti inflasi dan PDB itulah. Kami bukan gak menerima usulan buruh, yang pasti kami membuat UMP itu tidak lari dari koridor. Apalagi ada surat edaran dari Pak Mendagri, harus mengacu pada PP Nomor 78. Jadi sah-sah saja mereka (buruh) tak terima,” sebutnya.

Mengenai masih ada kemungkinan berubah, Mukmin tak berani memastikan. “Saya enggak berani bilang, yang pasti pekerjaan kami sudah selesai dan itu sudah final. Sudah ditandatangani sama bapak gubernur. Kalau request (Rp 2,5 juta) itu saya tidak bisa komentar,” kata Mukmin. (fir/sdf)



loading...

Feeds