7 Papan Reklame Ilegal di Jalan Ini Dibongkar

Reklame Ilegal dibongkar Pemko Medan

Reklame Ilegal dibongkar Pemko Medan

POJOKSATU.id, MEDAN- Tim Terpadu Penertiban Reklame, Penindakan dan Pembongkaran Bangunan Reklame kembali melanjutkan aksi, Kamis (19/11) dan Jumat (20/11/2015) jelang subuh.

Di tengah guyuran hujan deras, sebanyak 7 papan reklame ilegal yang didirikan di 13 ruas jalan bebas reklame dibongkar. Dengan demikian selama dua hari melakukan penertiban, tim sudah membongkar 17 papan reklame ilegal. Pembongkaran ini akan terus dilanjutkan sampai 91 papan reklame ilegal  ‘bersih’ dari 13 ruas jalan bebas reklame tersebut.

Ketujuh papan reklame illegal itu dibongkar di Jln Kapten Maulana Lubis, Jln Kejaksaan sudut Jln Mendut, Jln Imam BonjolSimpang Jln Zainul Arifin, Jln Imam Bonjol Simpang Jln Kartini dan Jln Imam Bonjol Simpang Jln  Sudirman. Pembongkaran dipimpin langsung Kadis Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan, Syampuno Pohan selaku Ketua Tim Terpadu Penertiban Reklame, Penindakan dan Pembongkaran Bangunan Reklame.

Untuk mempercepat proses pembongkaran, waktu dipercepat. Jika hari pertama dimulai pukul 00.30 WIB, namun pembongkaran kedua telah dimulai sejak pukul 23.00 WIB.  Untuk membongkar ketujuh papan reklame, tim kembali dibagi menjadi tiga regu, masing-masing regu dilengkapi dengan 1 unit mobil crane dilengkapi dengan mesin las.

Namun baru setengah jam pembongkaran berlangsung, hujan deras turun sehingga memaksa tim menghentikan sementara pembongkaran. Setelah melihat hujan tidak terlalu deras, pembongkaran dilanjutkan kembali. Sebelum dilakukan pembongkaran, seluruh arus listrik yang ada di papan reklame diputuskan. Dilanjutkan dengan melepaskan baliho disertai dengan pemotongan konstruksi papan reklame dengan mesin las.

Untuk mengamankan agar konstruksi papan reklame tidak tumbang, para pekerja mengikat konstruksi pada crane. Setelah itu potongan material  konstruksi papan reklame dibawa menuju Lahan Cadika Pramuka di Jalan Karya Wisata menggunakan truk.  Proses pembongkaran ini mendapat pengamanan penuh dari petugas Polresta Medan, Kodim 0201/BS, Denpom serta petugas Satpol PP Kota Medan.

Proses pembongkaran awalnya berjalan dengan lancar. Namun tak lama berselang, seorang pria mendatangi Syampurno yang tengah memimpin pembongkaran papan reklame di Jalan Kapten Maulana Lubis, persisnya depan Bank BNI Syariah. Pria yang mengaku sebagai  salah satu pemilik papan reklame minta pembongkaran dilakukan tanpa pilih kasih. Artinya, seluruh papan reklame yang berada di 13 ruas jalan bebas reklame harus dibongkar.

“Saya tidak keberatan papan reklame milik saya dibongkar, tapi pembongkaran jangan pilih kasih.  Jadi  91 papan reklame yang berdiri di 13 ruas jalan bebas reklame harus dibongkar semua.  Jika tidak, saya maupun beberapa pemilik papan reklame yang sudah dibongkar tidak akan tinggal diam. Apalagi kami tahu biaya pembongkaran papan reklame ini sebesar Rp 2 miliar!” tegas pria tersebut.

Dengan tenang Syampurno menjelaskan, pembongkaran tidak ada pilih kasih. Dipastikannya, tim akan membongkar seluruh papan reklame ilegal yang didirikan di 13 ruas jalan bebas reklame. “Hanya saja dalam melakukan pembongkaran, kita tidak bisa melakukannya sekaligus. Kita telah membuat jadwal pembongkaran, setiap malam setidaknya kita bongkar 7-8 papan reklame kita bongkar,” jelas Syampurno.

Usai mendengar penjelasan Syampurno, pria itu langsung pergi. Selang satu jam kemudian, Syampurno mendapat informasi pembongkaran di Jln Imam Bonjol Simpang Jln KH Zainul Arifin sedikit ricuh. Pasalnya, pemlik papan reklame beserta belasan pria sempat melakukan  protes lantaran mobil crane hendak pergi usai membongkar papan reklame miliknya.

Sedangkan papan reklame milik orang lain yang berada di sebelahnya tidak dibongkar. Karena itu mereka sempat menahan mobil crane dan minta papan reklame yang tidak dibongkar itu segera dibongkar.

Ketegangan ini akhirnya mencair setelah Syampuno minta para pekerja membongkar papan reklame yang belum dibongkar tersebut.  Meski demikian pemilik papan reklame beserta belasan pria itu belum mau pergi, mereka menunggu di lokasi sampai papan reklame yang mereka protes dibongkar habis. (sdf)



loading...

Feeds