Upaya Melestarikan Songket Batubara

Pengrajin songket batubara menunjukkan hasil karyanya

Pengrajin songket batubara menunjukkan hasil karyanya

POJOKSATU.id, BATUBARA- “Terbang Jauh burung Pelipis, Singgah Sejenak di Ujung Ladang, Benang songket tenun sudahlah habis, Alhamdulillah Bantuan Inalumpun Datang.”

Demikianlah pantun yang disampaikan para pelaku usaha pengrajin kain tenun khas songket di Kabupaten Batu Bara, saat menerima bantuan benang tenun dari PT Inalum di salah satu lokasi pengrajin di Desa Padang Genting, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara awal November lalu.

Bantuan benang tenun diserahkan secara langsung oleh Arfan Iqbal Hrp (Manager Pemberdayaan Masyarakat) didampingi Syamsu Rizal Hrp (Assisten to Director), Thaoufan Dinar (CSR Officer) dan Fahmi (CSR Operator) kepada Pemerintah Kabupaten Batubara yang diwakili Musthafal Akhyar (Sekretaris Diskoperindagkopukm Batubara)

Untuk selanjutnya disalurkan kepada 15 pengrajin tenun khas songket Batubara yang menjadi binaan PT Inalum bersama dengan Pemerintah Kabupaten Batubara.

15 orang pengrajin kain tenun tersebut adalah industri kecil yang pada bulan Juni 2015 lalu telah mendapatkan pelatihan dan bantuan alat tenun bukan mesin. Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari monitoring dan evaluasi terhadap pengembangan usaha para pengrajin tenun. 15 belas pengrajin ini berasal dari 3 kelompok usaha yang berasal dari DesaKampungLalang (Tg.Tiram), Desa Benteng (Talawi) dan Desa Padang Genting (Talawi).

Bantuan yang diberikan kepada masing-masing pelaku usaha adalah berupa 10 lusin benang tenun yamalon (merah,biru,kuning, dan hitam) serta 5 tungkul benang lumecor warna emas, sehingga total keseluruhan bantuan adalah 150 lusin benang warna-warni yamalon ditambah 75 tungkul benang emas lumecor.

W.Djoko Laksono (Deputy General Manager Umum & CSR PT Inalum) dalam sambutannya yang dibacakan Syamsul Rizal Hrp menyampaikan Inalum sebagai BUMN tentu akan terus membantu dalam pemberdayaan masyarakat agar semakin baik dari tahun ke tahun.

“Batubara sebagai salah satu area cakupan dari 10 kabupaten kota tentu juga menjadi target pemberdayaan masyarakat kami, di Kecamatan Talawi ini kami membantu pengrajin tenun Batu Bara dengan harapan daerah ini dapat menjadi sentral penghasil kain tenun khas batubara serta sebagai upaya kita dapat menjaga warisan leluhur,” kata Djoko.

Mustofal Akhyar juga menyampaikan dalam hal bantuan untuk usaha kecil ini, Inalum selalu memperhatikan sampai ke detail pelaksanaan pengembangan usaha. Salah satu contohnya adalah program pengembangan usaha tenun ini. Dimulai dari pelatihan, pemberian alat tenun, studi banding, pendampingan usaha, sampai dengan pemberian bahan benang tenun ini benar-benar sangat membantu pengrajin usaha kain tenun.

“Tentu hal ini sangat kami apresiasi, oleh karena itu para pengrajin ini harus dapat menunjukkan kesuksesannya dalam menjalankan usaha tenun ini sehingga kecamatan Talawi dan Tanjung Tiram dapat dijadikan sentral usaha kain tenun,” katanya.

Nur Ainun salah satu pengrajin tenun binaan mewakili penerima bantuan menyampaikan terimakasihnya. “Bersyukur sekali rasanya dapat bantuan benang ini, karena beberapa diantara kami terkendala kekurangan modal sehingga tidak bisa membeli bahan benang untuk ditenun. Padahal sudah ada pesanan namun belum dibayar, jadi dengan adanya benang bantuan ini kita dapat mulai melanjutkan tenunan kita, terimakasih banyak atas bantuan dari Inalum,” katanya.

Kamisyah, juga salah satu pengrajin menambahkan bahwasannya setelah dibantu alat tenun dari PT Inalum, sekarang mereka sudah mulai memproduksi kembali kain tenun songket. “Saat ini saya sedang menyelesaikan baju sekolah pesanan orang,” katanya senang. (sdf)



loading...

Feeds