Menpar Arief Yahya Kebut Destinasi Danau Toba

Danau Toba

Danau Toba

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menpar Arief Yahya rupanya sudah cukup jauh melangkah untuk mewujudkan 10 Bali Baru. Termasuk di Kawasan Danau Toba, Sumatera Utara yang besok, 1-2 Maret 2016 bakal ditinjau langsung progressnya oleh Presiden Joko Widodo. “No Return Point! Tidak boleh mandek, semua jalan sesuai dengan rencana,” jelas Arief Yahya, Menteri Pariwisata, di Jakarta.

Yang dinilai sebagai critical success factor Kawasan Danau Toba adalah single destination multi management. Satu destinasi, dikelola oleh 7 “CEO” atau 7 bupati, yakni Bupati Samosir, Bupati Toba Samosir, Bupati Simalungun, Bupati Tapanuli Utara,  Bupati Karo, Bupati Dairi, dan Bupati Humbang Hasundutan. Akibatnya, tidak ada yang bisa membuat keputusan mutlak, yang wajib diikuti oleh seluruh wilayah di Toba.

“Itulah yang menjadi titik kritis dan membuat Toba tidak berkembang maju,” kata Menpar Arief Yahya.

Langkah pertama yang dilakukan Menpar adalah, menyatukan tujuh bupati yang wilayahnya ada di danau terbesar di Indonesia itu. Itupun tidak bisa satu tahapan tuntas. Karena itu, Arief Yahya meminta kepada mereka untuk bersatu. Tidak ada pilihan lain, tanpa bersatu, Toba tidak akan bisa bergerak, siapapun yang memimpin.

“Akhirnya mereka sepakat untuk bersatu, dan itulah awal dari optimisme kami untuk membangun Danau Toba,” jelas Mantan Dirut PT Telkom ini.

Solusi yang disiapkan Menpar Arief Yahya adalah membentuk Badan Otorita DPN Dana Toba, sebagai implementasi dari konsep Single Destination Single Management. Satu Badan yang diketuai Menko Kemaritiman dan Sumber Daya RI, dan Ketua Pelaksana Harian Menteri Pariwisata. Lalu pengelolaan secara terpadu, berbasis geopark, dan mengalokasikan anggaran secara proporsional untuk pembangunan pariwisata.



loading...

Feeds