Nunggak, Fuso Dirampas Debt Collector Bersenjata Api

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSUMUT.com, MEDAN– Perampasan kendaraan di tengah jalan oleh petugas debt collector salah satu leasing kembali terjadi. Kali ini giliran Sujarwadi (42), warga Sidodadi, Desa Namukur Selatan, Kecamatan Sei Bingai, Langkat yang jadi korban.

Truk Fuso oranye BA 8266 QU yang dikemudikannya dilarikan 5 pria bersenjata api. Peristiwa ini terjadi di Jalan Binjai Km 12, Medan Sunggal, Minggu (28/2) malam.

Kala itu, Sijarwadi yang baru saja menurunkan muatannya berupa pasir batu (sirtu) di Jalan Sei Semayang Sunggal, berniat kembali ke Binjai. Namun saat melintas di lokasi, 5 pria tak dikenal mengendarai sepeda motor jenis bebek menghadang truknya.

Karena takut, semula korban tak mau berhenti. Namun pelaku yang mengaku dari leasing itu terus memaksa.

“Aku dari Binjai membawa muatan sirtu, muatan saya turunkan di daerah Sei Semayang. Setelah isi minyak, aku mau balik ke Binjai. Tapi pas di Km 12 ada 5 orang tak dikenal menyuruhku berhenti. Aku nggak mau tapi mereka memaksa,” kenang Sujarwadi saat membuat laporan ke Polsek Sunggal, Senin (29/2) sore.

Setelah berhenti, salah satu pelaku berbadan tegap langsung mendekat dan menarik paksa Sujarwadi dari atas truk.

Setelah itu, pelaku mengambil alih dan membawa truk itu ke arah Medan. Curiga pelaku perampok, Sujarwadi sempat mengejar dengan menumpangi becak motor (betor). Namun, di saat berada di simpang Kampung Lalang Medan, korban ditodong salah satu pelaku dengan senjata tajam.

“Aku nggak tau truk yang kubawa itu bermasalah atau tidak, makanya kukejar. Pas di simpang Kampung Lalang itulah pas lagi macet, aku dapat mengejar mereka. Saat aku berusaha untuk mendapatkan truk itu kembali, salah satu pelaku yang berbadan tegap menodongku pakai pistol, dia bilang aku gak perlu mengejar mereka,” jelasnya.

Karena takut ditembak, Sujarwadi terpaksa kembali ke Binjai dengan menumpangi angkot, dan melaporkan kejadian itu pada si pemilik truk.

Evi (38) si pemilik truk mengaku sangat terkejut dengan kejadian itu. “Truk itu memang dalam masa kredit 3 tahun, sudah 9 bulan dibayar. Memang sudah 3 bulan telat bayar kreditannya, tapi mana boleh seperti itu caranya, diambil secara paksa? Apalagi menggunakan senjata api,” ungkapnya, Senin (29/2) sore.

Evi mengatakan, ia telah menghubungi pihak leasing ACC Finance di Jalan Adam Malik Medan yang mengambil paksa truknya. Namun pihak lesaing memintanya melunasi biaya pembelian truk itu secara tunai.

“Udah kuhubungi pihak leasingnya, katanya aku harus melunasi pembayaran keseluruhan secara tunai agar truk itu dapat kuambil kembali. Kan udah nggak betul itu caranya,” kesalnya.

(jpg/pm/sdf)



loading...

Feeds

Digugat PKB, Begini Reaksi KPU Medan

"Apapun keputusan Bawaslu nantinya, kita harus hormat dan menjalankan hasilnya. Kalau memang kalah di Bawaslu, maka mungkin bisa menempuh ke …