Korupsi Alkes, Mantan Dirut RSUD Kisaran Dipenjara

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSUMUT.com, MEDAN- Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran, Nilwan Arief divonis majelis hakim dengan penjara selama 1 tahun 4 bulan penjara.

Nilwan Arief divonis atas kasus dugaan korupsi proyek pengadaan peralatan kesehatan (Alkes) di RSUD Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran. Di ruang Cakra VII Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (3/3).

Selain Nirwan Arif, Majelis Hakim yang diketuai Didit SH juga memvonis Rido Habibie yang merupakan rekanan dengan penjara selama satu tahun dan enam bulan penjara.

“Selain hukuman penjara keduanya juga dibebani majelis hakim dengan membayar denda masing- masing sebesar Rp 50 juta subsider 2 bulan penjara,”. ungkap majelis hakim

Majelis hakim menjerat keduanya dengan pasal 3 juncto 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Mendengar putusan dari mejelis hakim terdakwa dan jaksa nyatakan pikir- pikir.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suheri menuntut dua tahun penjara terhadap mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran.

Selain tuntutan kurungan badan, JPU juga menuntut Nilwan Arief, membayar Rp50 juta Subsidair 6 bulan kurungan. Sementara uang pengganti tidak dikenakan dikarenakan uang sebanyak Rp50 juta telah dititipkan kepada penyidik untuk dikembalikan ke kas negara.

Sementara itu terdakwa lain, Rido Habibie merupakan rekanan dituntut satu tahun dan 10 bulan penjara dan membebankan membayar Rp50 juta subsider enam bulan kurungan.

Menurut JPU, Nilwan Arief terbukti bersalah menyalahgunakan kewenangan selaku pimpinan atau Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), sehingga negara mengalami kerugian Rp1,3 miliar pada proyek pengadaan peralatan kesehatan (Alkes) di RSUD HAMS Kisaran yang ditampung pada APBN 2013.

Di mana dalam penghitungan penyusunan harga perkiraan sendiri (HPS) oleh Yudhistira yang merupakan rekanan (dalam berkas terpisah) dalam proyek tersebut sebesar Rp9,9 milyar dari nilai proyek Rp10 milyar.

(sah/sdf)



loading...

Feeds