Ngeri! Buruh Sawit Tewas Tergorok Pisau Sendiri

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSUMUT.com, SERGAI–Senjata makan tuan. Begitulah yang dialami dua buruh lepas kebun sawit ini. Pisau egrek (alat pendodos buah sawit) itu menggorok keduanya. Satu orang tewas di tempat dan seorang lagi kritis.

Menurut informasi yang diperoleh Rabu (2/3), peristiwa itu terjadi pada Selasa (1/2) sore kemarin. Dua buruh ini baru saja siap mendodos buah sawit milik Apul Sihotang yang ladangnya tak jauh dari lokasi kejadian di Dusun I, Desa Damak Tolong Boho, Kecamatan Bintang Bayu, Sergai.

Setelah itu, keduanya pulang mengendarai sepeda motor  merek Vega ZR bernomor polisi BK 5158 NAL.

Pengendara sepeda motor adalah Irwanto Siregar (32), sedang di boncengan Piyama Tampubolon (43) sambil memegang alat egrek. Keduanya bermukim di Dusun III, Desa Damak Tolong Boho, Bintang Bayu, Sergai. Diduga, karena alat egrek tersebut kepanjangan, sehingga tersangkut pohon yang berada di depan mereka.

Selanjutnya pisau egrek sepanjang 6 meter itu meluncur ke arah depan Irwanto (pengemudi). Walau Irwanto sempat mengelak, namun pisau egrek membeset lehernya yang menyebabkan luka robek 8 centimeter.

Ketika Irwanto mengelak itu pula membuat Piyama jadi sasaran pisau egrek. Piyama pun tak mampu menghindar.

Sesaat kemudian korban terjatuh dari sepeda motor dengan kondisi bersimbah darah. Irwanto Siregar yang juga terluka teriak minta tolong hingga terdengar ke telinga Apul Sihotang saat melintas.

Kedua korban pun dievakuasi ke Puskesmas terdekat. Hanya saja, diketahui Piyama Tampubolon tewas di tempat. Sementara Irwanto Siregar harus menjalani perawatan intensif di RS Sari Mutiara, Lubukpakam.

Apul Sihotang, pemilik kebun sawit mengaku keduanya sebagai buruh panen di kebunnya.



loading...

Feeds