Rebutan Harta Rp 80 Miliar, Dua Anak Jadi Saksi Sidang Ibu Kandung

Suasana sidang kasus Ernaly Chandra di PN Jakarta Utara, Senin (21/3). Foto: source for JPNN.com

Suasana sidang kasus Ernaly Chandra di PN Jakarta Utara, Senin (21/3). Foto: source for JPNN.com

POJOKSUMUT.com, JAKARTA – Ruang sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (21/3) siang menarik perhatian banyak pengunjung.

Dalam sidang lanjutan kasus dugaan pencurian dalam keluarga atau penggelapan yang dituduhkan kepada seorang ibu rumah tangga, Ernaly Chandra oleh mantan suaminya, Suhardy Nurdin itu, diwarnai drama mengharukan.

Agendanya adalah keterangan dua saksi, Tet Putra Nurdin (16) dan adiknya Kim Putra Nurdin (15). Keduanya adalah anak kandung Ernaly dari pernikahannya dengan Suhardy Nurdin.

Saat kedua saksi hendak duduk di depan majelis hakim, wanita yang sudah 3 tahun tak bertemu mereka itu langsung berdiri dan menghampirinya.

Sayangnya, ketika hendak dipeluk, keduanya justru menghindar dan menangkis pelukan ibu yang melahirkan mereka. Ernaly tak kuasa membendung air matanya. Tangisnya pun pecah di ruang sidang.

Sebelum dimintai kesaksian, Hakim Anggota Pintauli Tarigan mengingatkan Tet Putra bahwa bagaimanapun yang jadi terdakwa adalah ibu kandungnya. Ia lantas menyarankan Tet untuk bersalaman dengan Ernaly.

Bahkan Hakim Anggota Dewa Putu Y Hardika beberapa kali mengingatkan keduanya untuk berbicara jujur, tak ada tekanan dari orang lain.

Dalam keterangannya di depan majelis hakim yang dipimpin Slamet Suripto, ada beberapa fakta menarik namun terkesan janggal. Baik Tet Putra maupun Kim Putra mengaku melihat ibunya membawa tas hitam yang berisi dokumen seperti sertifikat, BPKP, KTP dan KK.



loading...

Feeds