Ada Motif Lain di Balik Pembunuhan Sekeluarga di Sei Padang

Trio pembunuh sadis sekeluarga di Sei Padang Medan menjalani sidang perdana. | sah/pojoksumut

Trio pembunuh sadis sekeluarga di Sei Padang Medan menjalani sidang perdana. | sah/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN- Usai persidangan perdana pembunuh sadis di Sei Padang Medan, Erika yang merupakan ibu dari Dika berharap dalam persidangan, fakta yang sebenarnya bisa terungkap.

Dirinya juga meminta agar saksi Dwi Mandasari atau Natasha yang merupakan saksi dalam kejadian tersebut dihadirkan dalam persidangan nantinya.

Sebab sebelum kejadian itu terjadi, Erika sempat menelpon ibunya yakni Nurhayati bahwa dirinya bersama Natasha yang tidak lain masih berhubungan saudara dengan ketiga pelaku.

Namun sampai kasus tersebut disidangkan, nama Natasha tidak masuk dalam berita acara pemeriksaan (BAP) dan tidak pernah dipanggil sebagai saksi, sehingga kuat dugaan ada motif lain dalam kasus tersebut.

Baca Juga: Pembunuh Sadis Sekeluarga Asah Pisau sebelum Beraksi

Erika juga menegaskan alasan sakit hati disuruh kerja saat hujan itu sama sekali tidak benar. Sebab, pada waktu itu, Erika mengakui bahwa dia ada dirumah dan hanya dua orang saja dan bukan tiga orang yakni atas nama Yoga dan Rori sedangkan Lanang tidak ada pada saat itu.

Diungkapkannya, baik Yoga maupun Rori tidak pernah dipaksa harus waktu itu juga menyelesaikan pekerjaan.

Sampai, akhirnya ayahnya Mukhtar Yakub tiba meminta agar keduanya menyelesaikan pekerjaan bila tidak selesai tidak akan dibayar.

“Namun bisa dicek kepada keduanya apakah mereka dibayar mahal atau tidak. Sehingga alasan itu dinilai tidak logis,” ucapnya.



loading...

Feeds