Pembunuh Sadis Sekeluarga Asah Pisau sebelum Beraksi

Trio pembunuh sadis sekeluarga di Sei Padang Medan menjalani sidang perdana. | sah/pojoksumut

Trio pembunuh sadis sekeluarga di Sei Padang Medan menjalani sidang perdana. | sah/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN – Tim jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan mendakwa tiga terdakwa kasus pembunuhan kakek, nenek dan cucu di Jalan Sei Padang Medan dengan pasal berlapis. Ketiganya pun terancam hukuman mati.

JPU Mirza Erwinsyah saat membacakan dakwaan di hadapan terdakwa Yoga, 22, Rori, 23 dan Nanang alias Lanang, 19 yang saat sidang mengenakan peci mengatakan, ketiga terdakwa dijerat dengan Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana jo Pasal 339, Pasal 338 tentang Pembunuhan.

Pasal 365 tentang Pencurian dengan Kekerasan, Pasal 80 Ayat (3) Jo Pasal 76 C UU Perlindungan Anak Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHPidana.

“Terdakwa Nanang Panji Santoso, Yoga, dan Rori, yang merupakan warga Jalan Sei Asahan, Medan Selayang, telah merencanakan pencurian dan pembunuhan terhadap Yakub Mukhtar (69) dan istrinya Nurhayati (60) serta cucunya Muhammad Shadiq Kaysan alias Dika. (7),” kata Mirza didampingi Artha dan Joice V Sinaga di hadapan majelis hakim yang diketuai Mahyuti di ruang Kartika 1 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (22/3) siang.

Bergantian, Joice V Sinaga menyatakan, pembunuhan itu direncanakan terdakwa karena mereka tersinggung dengan perkataan Yakub Mukhtar yang merupakan Sekretaris DPP Aceh Sepakat, lantaran disuruh membersihkan halaman rumah belakang korban saat hujan gerimis.

Jika tidak selesai maka tidak akan digaji. Rori pun membicarakan pembunuhan itu kepada Yoga dan Nanang.

Setelah disepakati, Yoga lantas menyiapkan pisau lalu mengasahnya. Yoga memperlihatkan pisau itu kepada Rory sembari mengatakan “Sudah tajam bang? Lalu Rory menjawab “Sudah lah”.



loading...

Feeds