Brigadir Medi Bersikukuh Tak Memutilasi Anggota DPRD M Pansor

Oknum anggota Polresta Bandarlampung Brigadir Medi Andika (berkacamata) tersangka pembunuh M. Pansor saat dimintai keterangan. (foto m. tegar mujahid/radarlampung.co.id/jpg)

Oknum anggota Polresta Bandarlampung Brigadir Medi Andika (berkacamata) tersangka pembunuh M. Pansor saat dimintai keterangan. (foto m. tegar mujahid/radarlampung.co.id/jpg)

POJOKSUMUT.com, BANDARLAMPUNG-Polisi telah menepatkan dua tersangka pembunuh dan pemutilasi anggota dewan Bandarlampung, M Pansor, yakni Brigadir Medi Andika dan Tarmizi. Namun, Brigadir Medi bersikukuh menyatakan tak melakukan tindakan kriminal keji itu. Melalui pengacaranya Sopian Sitepu, Medi juga tidak mengakui terkait barang bukti yang ditemukan polisi.

Hal tersebut dikemukakan Sopian Sitepu kepada wartawan di kantornya kemarin. “Saat diperiksa polisi pun, dia tidak mengakui sama sekali semua tuduhan itu. Dia katakan, dia bukan pelaku yang bertanggung jawab atas kematian Pansor,” tegasnya seperti diberitakan Radar Lampung (grup pojoksumut.com) hari ini (31/7/2016).

Baca Juga : Terungkap! Pemutilasi M Pansor Ternyata Eks Ajudan Kapolresta

Medi juga menyatakan senjata api, pisau jam tangan hingga peluru bukan miliknya. “Walaupun ada barang bukti, kan belum tentu dia pelakunya. Penetapan dia sebagai tersangka hanya didukung bukti permulaan. Namun Medi sendiri juga tidak tahu itu (jam tangan) punya siapa,” terangnya.

Tapi diakui Sopian, Medi sudah kenal dekat dengan Pansor sejak sama-sama kuliah di salah satu universitas di Bandarlampung.

“Mereka memang telah lama berteman dari kuliah sarjana sampai magister di salah satu perguruan tinggi yang ada di Lampung,” ujarnya.

Dijelaskan Sopian, persahabatan keduanya terus berlanjut. Medi kemudian menjadi anggota polisi, sementara Pansor terpilih sebagai anggota DPRD Kota Bandarlampung. “Walaupun mereka berdua sama-sama berkarir juga tetap masih berteman,”jelasnya.

Sedangkan dengan Tarmizi, Medi juga akrab. Menurut Sopian, Medi kerap makan di warung tempat Tarmizi bekerja di kawasan Wayhalim, Bandarlampung. “Tapi hanya teman biasa. kenalnya juga karena dia (Medi) sering nongkrong di warung makan tempat Tarmizi bekerja,”terangnya.

Tabir lain yang juga terkuak, Pansor juga rupanya sudah kenal dengan Tarmizi, tersangka pembunuhnya yang lain. Hal ini dikemukakan oleh Aslan Sobri, kakak sepupu Pansor.

“Saya enggak percaya kalau tersangka adalah mereka berdua (Medi dan Tarmizi). Mereka dikenal dekat dengan keluarga saya,” ujar Aslan Sobri saat ditemui di kediamannya di Jalan P Antasari, Gang Langgar, Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung.

Aslan menuturkan Medi dan Tarmizi bahkan sering traktir makan saat berkumpul dengan Pansor.“Mereka sering makan bersama dengan sepupu saya. Makanya saya sangat kaget,” katanya. (cw4/wdi/ray/jpnn)



loading...

Feeds