Pajak Pemain La Liga Naik, Ancaman Terbesar Eksodus ke Premier League

Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo

POJOKSUMUT.com, MUSIM ini bakal menjadi musim terakhir bagi dua raksasa La Liga, Real Madrid dan Barcelona, bisa ”berfoya-foya” di bursa transfer dengan membeli pemain-pemain yang dibanderol harga sundul langit.

Itu setelah Otoritas pajak Spanyol, Hacienda, mengumumkan adanya perubahan pada sistem pajak yang harus diterima oleh LFP, operator La Liga. Dulunya, pemain hanya membayar 15 persen dari total gaji itu termasuk image rights mereka. Klub kemudian memasukkannya kedalam Pajak Pertambahan Nilai sebesar 25 persen.

Artinya, Cristiano Ronaldo yang menerima EUR 17 juta (Rp2247,03 miliar dengan kurs EUR 1= Rp14.531) per musim itu merupakan pendapatan bersih. Adapun jika ditambah pajak, Real berarti menggaji winger berjuluk CR7 tersebut dengan nominal EUR 21,25 juta (Rp308,79 miliar).

Sekarang, klub harus mengikuti pajak tertinggi di Spanyol, yakni 46 persen. Dengan demikian, ada tambahan EUR 7,82 juta (Rp113,63 miliar) yang harus dibayar Real kepada negara. Jika ditambah, Real mengeluarkan EUR 24,82 juta (Rp360,67 miliar). Pajak ini belum ditambah fee yang diminta oleh agen ketika proses negosiasi transfer atau perpanjangan kontrak.

AS melaporkan bahwa Spanyol mulai melakukan investigasi terhadap klub-klub yang berada di level La Liga dan Segunda Division dengan 50 pemain diperiksa secara acak. Imbasnya, beberapa pemain pun harus mengeluarkan kocek lebih besar.

Tak pelak, keputusan ini direspons negatif oleh banyak pihak. Direktur La Liga, Javier Gomez berujar bahwa aturan ini membuat bintang-bintang  La Liga bisa beralih ke seluruh penjuru dunia dengan destinasi yang paling banyak dituju adalah Premier League Inggris. ”Isu ini adalah kabar sedih bagi La Liga dan sepak bola Spanyol secara keseluruhan,” keluh Gomez kepada AS. ”Kita tidak akan bisa menjadi kompetitif karena klub harus mengeluarkan biaya mahal untuk mendatangkan pemain bintang,” lanjutnya.

Sementara Direktur Finansial Persatuan Pemain Spanyol atau AFE, Ignacio Chinarro, memperingatkan bahwa aturan ini bisa berdampak serius kepada kesehatan keuangan klub-klub kecil maupun yang bermain di kasta dibawahnya. ”Kami sudah bekerja berbulan-bulan bersama pemerintah untuk merumuskan aturan ini,” tutur Chinarro.

”Artikel 92 UU Perpajakan jelas menyebut bahwa 15 persen gaji pemain bisa dibayarkan melalui klub,” timpalnya.



loading...

Feeds