Selebaran Bernada Provokasi SARA Beredar, Warga Diminta Tak Terprovokasi

Selebaran yang disebar  di Tapsel 
foto : metrotabagsel/jpg

Selebaran yang disebar di Tapsel foto : metrotabagsel/jpg

POJOKSUMUT.com, TAPSEL-Kerukunan umat beragama di tanah air tampaknya sedang terusik. Kali ini, giliran Tapanuli Selatan (Tapsel) yang digoyang isu SARA. Ini terkait, beredarnya selebaran dengan tulisan provokatif dan mengandung unsur SARA beredar di wilayah Tapanuli Selatan.

Dalam selebaran yang terbagi menjadi tigs kliping itu, memuat sejumlah tulisan yang membandingkan dua agama. Lukman (36) warga Kampung Garonggang Desa Marisi, Kecamatan Angkola Timur, Tapsel, mengaku selebaran itu didapatnya dari warga di sekitar rumahnya pada Kamis (4/8/2016) pagi.

Saat itu, ia hendak berangkat ke Padangsidimpuan (Psp) untuk bekerja. Mendapat selebaran yang masih terbungkus plastik, Lukman membukanya dan melihat ada tiga kliping tulisan yang sudah dalam bentuk fotokopi.

“Bungkusnya plastik putih seperti pembungkus kartu undangan. Isinya ada 3 kliping dengan tulisan yang berbeda,” jelas Lukman sambil menunjukkan selebaran itu.

Ia menduga kuat, selebaran itu sengaja disebar oleh oknum atau pihak yang tidak bertanggung jawab dan ingin membuat situasi di wilayahnya tidak kondusif. “Kalau jumlah berapa yang sudah disebar tidak tahu, tapi saya yakin banyak. Soalnya selain ini, ada juga selebaran yang sama, namun sudah dikoyak-koyak oleh masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Kapolres Tapsel AKBP Rony Samtana yang sudah mengetahui dan melihat isi selebaran tersebut menyebut, pihaknya akan melakukan berbagai tindakan dan upaya agar situasi Kamtibmas dapat terjaga. “Kita akan cari penyebar selebaran itu,” tegas Rony.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pemetaan, dimana saja selebaran itu sudah disebar. Kemudian berkoordinasi dengan pihak Kodim, FKUB, Pemkab untuk memantau dan meredam masyarakat agar tidak terprovokasi.

“Yang pasti akan kita tingkatkan patroli dan menyambangi masyarakat untuk memantau dan meredam hal tersebut, agar tidak terprovokasi,” pungkasnya dan meminta warga atau masyarakat tetap kondusif.

Kamis (4/8/016) pagi, Metro Tabagsel (grup pojoksumut.com) juga menemukan selebaran itu di lopo atau warung dekat kantor Bupati Tapsel.

Julherman (46) salah seorang warga sedang mengamati lembaran kertas berwarna putih. Setelah ikut membaca lembaran tersebut ternyata isinya aneh. Dan, kuat dugaan merupakan upaya oknum yang ingin merusak kekondusifan yang ada selama ini.

“Selebaran ini, ada di beberapa lopo di wilayah ini,” sebut Julherman.

Sementara pemilik lopo mengatakan, begitu pagi hari, kertas tersebut sudah berada di atas meja.

“Mungkin diletakkan sebelum subuh,” ucapnya.

Ternyata, selebaran itu juga beredar di Kecamatan Angkola Timur. Dan, orang nomor satu di Tapsel, Syahrul M Pasaribu, sudah mengetahuinya.

Ia langsung meminta Kepala Kantor Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol), Hamdy S Pulungan, agar membuat surat undangan guna menggelar rapat Forkominda untuk membahas isu SARA yang dihembuskan orang tak bertanggung jawab tersebut.

“Iya, Bupati juga sudah mengetahuinya, makanya perlu dilakukan rapat bersama Forkominda, besok (hari ini) untuk mengambil langkah-langkah antisipasi,” terang Hamdy S Pulungan via selulernya.

Sementara itu, Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu mengatakan, kepada seluruh masyarakat Tapsel, yang telah membaca dan melihat selebaran tersebut, supaya jangan terpancing dan tidak mudah terprovokasi.

“Saya tau betul, masyarakat Tapsel merupakan masyarakat taat beribadah dengan keyakinan masing-masing. Juga terkenal memiliki tingkat toleransi antar umat beragama yang sangat tinggi, dan terpelihara hingga saat ini. Saya minta, kita tidak mudah termakan isu murahan seperti ini,” sebutnya.



loading...

Feeds