Brimob Bilang Pinjam Sementara, Satu Terduga Teroris Batam Dipulangkan

Desi, ibu Tegar terduga teroris yang ditangkap di Batam. Tegar akhirnya dipulangkan.
foto : batampos/jpg

Desi, ibu Tegar terduga teroris yang ditangkap di Batam. Tegar akhirnya dipulangkan. foto : batampos/jpg

POJOKSUMUT.com, KEPRI-Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri telah mengembalikan satu dari enam terduga teroris yang ditangkap di Batam. M Tegar telah dikembalikan ke orangtuanya di perumahan Taman Batuaji Indah 2 blok S nomor 15, Sagulung, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (6/8/2016) siang.

Sedangkan Hadi Gusti Yandi, temannya yang ditangkap bersama Tegar di jalan Brigjen Katamso, Batuaji, Jumat (5/8/2016) lalu, masih ditahan dan menjalani pemeriksaan.

Tegar dipulangkan setelah diperiksa selama 10 jam. Pemuda berusia 20 tahun itu langsung diantar dua anggota Brimob Polda Kepri ke orangtuanya.

“Tegar diantar dua orang anggota Brimob Polda ke rumah sekitar pukul 18.30 WIB. Kami diberitahukan oleh anggota Brimob, bahwa anak kami hanya dipinjam sementara,” ujar Desi, ibu M Tegar seperti diberitakan batampos (grup pojoksumut.com), Sabtu (6/8/2016).

Baca Juga : Densus 88 Bekuk 6 Terduga Teroris, 1 Pentolan ISI di Indonesia
Juga Baca : Pentolan ISIS yang Dibekuk di Batam Target Ledakkan Marina Bay dari Batam

Menurut penuturan Desi, bahwa anaknya ditangkap oleh anggota polisi berseragam lengkap tanpa kelihatan wajahnya, Jumat pagi. “Menurut cerita anak saya, mereka diamankan di depan perumahan Taman Carina Fanindo pukul 07.30 WIB. Saat berangkat kerja bersama Hadi Gusdi Yanda,” kata Desi.

Desi mengatakan dua hari terakhir anaknya selalu berangkat sama-sama dengan Hadi Gusdi Yanda. “Tegar, sudah lama berteman dengan Hadi Gusdi Yanda. Semenjak mereka duduk di bangku SMP, SMKN sampai saat ini bekerja di PT Asus Bintang Industri,” ujar Desi.

Sementara itu, Hamidin dan Darma orangtua Hadi sangat cemas dan kuatir dengan kondisi anak mereka. Saat ditemuidi rumahnya, Darma terlihat sedih. Matanya sembab dan bengkak. Ibu tiga anak itu tidak berhenti menangis memikirkan kondisi sang anak semalaman.

“Tak tahu apa salah anak kami. Ditangkap tapi tak ada pemberitahuan sama sekali. Bagaimanapun kami ingin tahu yang sebenarnya pak. Kalau dia salah ya paling tidak datang dan kasitahu biar kami tahu,” ujar Darma.



loading...

Feeds