Edan! Aliran Sesat Bayar Rp40 Juta Dijamin Masuk Surga

Padepokan yang diduga menyebarluaskan aliran sesat dibakar massa.
foto : Radar Karawang/jpg

Padepokan yang diduga menyebarluaskan aliran sesat dibakar massa. foto : Radar Karawang/jpg

POJOKSUMUT.com, KARAWANG-H Mujib, Ketua Padepokan Sangga Buana Putra harus rela melihat padepokannya ludes dibakar massa. Ini terjadi lantaran Mujib diduga menyebarluaskan ajaran sesat di padepokannya di Desa Wargasetra, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang itu.

Akibatnya, aparat kepolisian langsung turun tangan lalu mengamankan Mujib bersama kelompoknya ke Kantor Urusan Agama (KUA) Tegalwaru, Kamis (4/8/2016) seperti dilansir dari Radar Karawang (grup pojoksumut.co.id).

Kapolsek Pangkalan AKP Agus Wahyudin membenarkan adanya pembakaran tersebut. Pihaknya pun segera menurunkan sejumlah petugas, kemudian mengamakan Mujib dan sejumlah pengikutnya ke kantor KUA setempat.

Namun karena massa yang terus bertambah hingga ratusan orang, pihaknya terpaksa membawa Mujib dan kroni-kroninya ke markas Polres Karawang. “Saya berpesan semua pihak bisa menahan diri, dan jangan terprovokasi oleh pihak manapun yang sengaja memancing di air keruh, hingga merugikan semua pihak,” pinta Agus.

Menurut warga, Mujib mengaku dirinya Nabi. Selain itu, ajaran Mujib yang dianggap menyesatkan adalah menyatakan shalat di rumahnya sama dengan melakukan salat di Masjid Nabawi.

Bukan hanya itu, Mujib juga menyatakan air zam-zam telah pindah ke sumur pribadinya. Mujib juga diakui warga telah mengubah ayat-ayat Alquran sesuai dengan ajaran sesatnya.

Parahnya, Mujib juga mengajak warga masuk surga dengan membayar puluhan juta. “Aliran sesat di Tegalwaru mengajak warga masuk surga dengan biaya Rp40 juta. Syahadat pun diganti,” ungkap Yay Uti, salah satu warga.

“Warga yang merasa resah dengan padepokan aliran sesat yang dibentuk Mujib ini, kemudian mengamuk dan membakar rumah yang menjadi tempat ajaran sesat Mujib,” imbuh Asep, warga lainnya.

Sementara itu, Mujib sendiri adalah figur yang pernah membuat ulah serupa pada 2014 silam.

Menurut pengakuan salah satu tokoh agama di Tegalwaru, Ustad Dudin, dua tahun lalu tepatnya tanggal 28 Maret tahun 2014, Mujib sudah berjanji akan mengubah segala tata cara ajarannya.

“Hal itu tertuang dalam surat perjanjian bermaterai,” ungkap Ustad Dudin.

Namun, alih-alih merubah perilakunya, Mujib kian gencar menyebarluaskan ajaran yang dipandang sesat oleh masyarakat. Melihat itu, Dudin menegaskan akan melaporkannya ke polisi, karena persoalan tersebut sudah tidak bisa ditolelir.

“Sudah tidak ada tawar menawar. Secara hukum sudah bisa dijadikan laporan yang jelas,” ucapnya.



loading...

Feeds

Monyet Bakal Seret Chris Brown ke Penjara

Kejadian tak menyenangkan bermula ketika Chris mengunggah hewan peliharaannya tersebut dalam akun intagramnya. Dia memperlihatkan kebersamaan sang anak dengan capuchin.