Kakinya Didor, Bos Begal Ini Menangis Minta Ampun di Polsek Medan Baru

Bos Begal, Putra (pakai topeng), meski sadis dalam melaksanakan aksinya, dia menangis di Polsek Medan Baru.
foto : ring/pojoksumut

Bos Begal, Putra (pakai topeng), meski sadis dalam melaksanakan aksinya, dia menangis di Polsek Medan Baru. foto : ring/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Putra (21), warga Jalan Sidomulyo, Gang Tiung, Pasar IX, Medan Tembung, Senin (8/8/2016) siang meraung dan minta ampun di Polsek Medan Baru.

Otak pelaku begal sadis yang ini menangis setelah kedua akinya ditembak polisi lantara berupaya kabur saat diamankan. “Ampun pak, saya tidak akan merampok lagi pak, sakit sekali kaki saya pak, tolong saya pak,” rengek Putra di hadapan Kapolsek Medan Baru, Kompol Roni Bonic dan Kanit Reskrim AKP Adhi Putranto saat mengitrogasinya.

Baca Juga : Empat Begal Sadis Ditangkap, Satu Ditembak, Penadahnya Oknum TNI

Ia mengakui kalau ia dan tiga rekannya sudah mengambil sepeda motor denan cara paksa. “Setiap korban selalui kami ancam dengan pisau di leher dan perut, setelah itu sepeda motornya kami larikan,” akunya.

Putra tidak sendirian diamanan, tiga rekannya juga ikut ditangkap setelah petugas Unit Reskrim Polsek Medan Baru melakukan pengembangan hingga ke wilayah Langkat dan Binjai.

Komplotan begal ini terkenal sadis, sebab mereka tidak akan segan segan melukai korban jika melakukan perlawanan. “Setiap beraksi mereka selalu membawa senjata tajam untuk mengancam korban,” ungkap Kompol Roni Bonic

“MerEka sudah beraksi di 21 tempat terpisah dengan modus mengancam korbannya dengan senjata tajam, jika melawan, mereka pun tidak segan segan melukainya,” kata Roni Bonic lagi.

Berikut lokasi-lokasi yang dijadikan tersangka sebagi tempat beraksi, Jalan Imam Bonjol, Jalan Mongonsidi, Jalan Sudirman, Jalan Gajah Mada, Jalan Kapten Maulana Lubis, Jalan Gelugur, Jalan Ir Juanda, Jalan Diponogoro, Jalan Hayam Wuruk, dan Jalan Petula Medan.

Selanjutnya Jalan Lapangan Merdeka, Jalan Sei Batang Hari, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Suprapto, Jalan MT Haryono, Jalan Sei Blutu, Jalan Kapten Muslim, Jalan Besar Kualanamu.

“Ada satu TKP mereka dua kali beraksi, seperti di Jalan Besar Kualanamu dan Jalan Ir Juanda, mereka merampas sepeda motor korbannya saat kondisi jalan sedang sepi,” ungkap Roni Bonic. (ring/pojoksumut/nin)



loading...

Feeds