Pertamina Akan Turun Kroscek Pertamax Palsu di Medan

ilustrasi
foto : webisnis

ilustrasi foto : webisnis

POJOKSUMUT.com, MEDAN – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I Sumbagut akan melakukan kroscek ke lapangan, terkait beredarnya bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax yang diduga palsu (oplosan) di kawasan Medan Utara (Medan-Belawan).

“Kita akan cek ke lapangan mengenai pertamax palsu tersebut. Sejauh ini di SPBU belum ada temuan itu,” ujar General Manager MOR I Sumbagut, Romulo Hutapea yang ditemui, Senin (8/8).

Romulo pun sempat kaget dan mengaku baru mendengar adanya kabar pertamax palsu (oplosan) yang dijual di pasaran.

Menurut Romulo, BBM tersebut dijual oleh pengecer bukan di SPBU.

“Saya menilai, kalau di lembaga penyalur (SPBU) tidak akan berani menjual BBM palsu tersebut. Sebab, terlalu besar risiko yang akan diterimanya. Akan tetapi, kalau bagi pengecer itu mungkin saja dan kita agak susah melakukan pengawasan terhadap mereka,” katanya.

Oleh karena itu, sambung Romulo, dihimbau kepada masyarakat Medan khususnya harus lebih berhati-hati. Untuk membeli BBM, dapat dilakukan di SPBU resmi jangan ke pengecer. .

“Pada dasarnya SPBU yang ada letaknya tidak terlalu jauh. Jangan karena harganya murah lalu terus beralih,” tukasnya.

Senada dengan Romulo diutarakan, Officer Communication Pertamina MOR I Sumbagut, Arya Yusa. Kata Arya, disarankan pembelian bahan bakar di lembaga resmi/outlet pertamina yaitu SPBU.

Karena, telah melalui serangkaian uji pemeriksaan mutu mulai dari kilang, tanker, depot, mobil tangki hingga di SPBU.

“Konsumen dipastikan mendapatkan produk yang terjamin mutu dan harga yang sesuai.‬ Mengenai pertamax palsu sampai dengan saat ini kami belum mendapatkan laporan atau keterangan lebih lanjut dan bila memang ada konsumen yang merasa dirugikan bisa kontak ke pertamina di 1-500-000,” sebut Arya.

Dia melanjutkan, karena belum ada laporan dan bukti sehingga pihaknya masih melihat ke lapangan dulu. “Kami sarankan bila ada yang merasa dirugikan masyarakat, bisa melapor ke polisi atau ke kontak pertamina‬,” tandas Arya.

Sebelumnya, pertamax palsu mulai beredar di pasaran. Kondisi ini, diduga dimanfaatkan pihak tertentu, seiring dengan naiknya tren konsumsi pertamax.

(fir/sdf)



loading...

Feeds