Rumah Komisioner KPUD Tapteng Dibakar OTK

Kondisi Rumah Komisioner KPU yang dibakar OTK.
foto : metrotabagsel/jpg

Kondisi Rumah Komisioner KPU yang dibakar OTK. foto : metrotabagsel/jpg

POJOKSUMUT.com, BARUS-Rumah milik Komisioner KPU Tapteng Masril Tua Rambe coba dibakar oleh orang tak dikenal (OTK), Rabu (3/8/2016). Setelah beberapa kemudian,  kejadian di rumah yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Padang Masiang, Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah (Tapteng) itu dilaporkan ke pihak berwajiib.

Saat kejadian, Masril tidak berada di rumah. Dia baru diberitahu Jumat (5/7/2016). Beruntung tidak ada korban jiwa.

Arbi Rambe (32), adik Masril, mengatakan mengetahui kejadian ini saat api masih membakar kamar. Dia segera memadamkannya hingga api tak sempat merembet ke bagian rumah yang lain. Arbi mengatakan, dia mengetahui kejadian itu saat mengontrol kondisi warnet, yang sudah rutin dilakukannya, tepatnya pada Rabu sekira pukul 22.00 WIB.

Dikatakan, saat itu memang sedang banyak pengunjung dan ia berjalan menuju ruang tamu. Setibanya di dalam, ia melihat ada kepulan asap keluar dari celah pintu kamar.

Melihat kondisi itu, ia berusaha membuka paksa pintu kamar tersebut, memastikan apa yang terjadi di dalam.

“Melihat asap keluar dari celah pintu kamar, tadinya saya pikir cuma asap bakar sampah di luar rumah. Tetapi saya curiga, kok banyak sekali asapnya. Saya heran, makanya saya mendobrak pintu yang dalam posisi terkunci. Dan, saya lihat api sudah berkobar di lantai di antara lemari dan tempat tidur,” jelasnya.

Saat itu, api sudah menyala menjilat sprei dan lemari. Sejumlah tas yang mudah terbakar juga membuat nyala api begitu besar. “Kalau dalam hitungan detik saja saya tidak tanggap, api pasti sudah membakar tempat tidur. Kalau itu sudah terbakar, habislah semuanya,” ujar Arbi.

Masih kata Arbi, saat dia paksa pintu kamar, asap sudah penuh di dalam ruangan dan kobaran api sudah mejilati sprei tempat tidur. “Tanpa pikir panjang, saya bergegas mengambil air dari kamar mandi dan menyiraminya,” ujarnya.

Saat itu kondisi api belum padam pada siraman pertama. Kemudian, ia kembali mengambil air dan menyiramkannya hingga api padam.

“Saya juga panik saat membuka pintu kamar melihat api sudah menjilat sprei, beberapa tas yang tergantung dan sebagaian sudah jatuh ke lantai kamar yang terbuat dari papan itu. Tapi saya langsung mengingat air hingga bergegas ke kamar mandi dan memadamkan apinya. Sejumlah barang yang terbakar, antara lain beberapa tas tangan dan tas kerja, satu unit infokus,” katanya.

Dia menjelaskan, jika melihat situasinya, api sengaja dimasukkan dari luar melalui celah dinding luar kamar yang terbuat dari papan. “Tepat di belakang rumah, memang ada celah di sana. Kita menduga ada kemungkinan api dimasukkan melalui celah itu karena posisi api datang dari luar. Itu terlihat dari bekas jilatan api di dingding luar kamar,” ujarnya.

Dia juga menemukan beberapa guntingan kertas di sekitar celah itu dan menduga pelaku sebelumnya telah memasukkan beberapa lembaran kertas yang sudah digunting ke dalam kamar melalui celah, baru kemudian membakarnya dari luar.

Dan, karena posisi infokus tepat berada tepat di dekat celah dinding, api tidak langsung menyambar sprei tempat tidur yang paling dekat dengan lubang. Beruntung ada infokus yang menempel di dinding kamar itu yang menghalangi api.

“Jadi, inforkusnya dulu terbakar, baru api mejilati tas yang tergantung di dinding lemari kamar tersebut,” bebernya.

Dia mengatakan bahwa malam itu kondisi warnet memang agak ramai dan pemilik rumah sedang berada di Pandan.

“Kakak Siti Aisyah, istri abang (istri Masril, red), sedang berada di Pandan menemani abang karena sedang menjalani perawatan di RSUD Pandan. Kejadian itu tidak langsung saya beritahukan kepada mereka, karena saya khawatir kondisi abang yang kurang sehat. Saya tidak berani kasihtahu, takut terpengaruh akibat kejadian itu. Saya memilih tidak memberitahukannya, namun saya menceritakan kejadian tersbut kepada Kakak Siti melalui telepon kalau rumah mereka dibakar orang tak dikenal,” jelasnya.

Sementara, Masril Tua Rambe sangat menyesalkan kejadian yang hampir menghanguskan rumah dan tempat usahanya itu. Sebab, jika api membesar, bukan hanya rumahnya yang terbakar, tapi sejumlah rumah di sebelahnya juga akan terbakar.



loading...

Feeds