Terkait Curhatan Freddy Budiman, BNN Periksa Mantan Kalapas Nusakambangan

Mantan Kepala Lembaga Permasyarakatan Batu Nusakambangan, Liberty Sitinjak  datang ke BNN.
foto : ricardo/jpnn

Mantan Kepala Lembaga Permasyarakatan Batu Nusakambangan, Liberty Sitinjak datang ke BNN. foto : ricardo/jpnn

POJOKSUMUT.com, JAKARTA-Curhatan Freddy Budiman mulai ditanggapi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan memeriksa mantan Kepala Lembaga Permasyarakatan Batu Nusakambangan, Liberty Sitinjak, Senin (8/8/2016).

Pemeriksaan ini untuk mengungkap dugaan keterlibatan petugas BNN dalam peredaran narkoba yang dilakukan tereksekusi mati, Fredi Budiman. Nama Liberty memang muncul dalam tulisan Haris yang berjudul Cerita Busuk dari seorang Bandit. Pasalnya, Liberty mengaku pernah didatangi dua oknum petugas BNN agar mencopot CCTV yang mengawasi gerak-gerik Fredi di dalam lapas.

Liberty datang ke BNN sekira pukul 09.05 WIB, mengenakan kemeja putih. “Bantu masalah penyidikan BNN. Terkait CCTV nonton tv saja. Bentar ya, masuk dulu ya,” ujar Liberty yang disambut juru bicara BNN, Kombes Slamet Pribadi di markas BNN, Cawang, Jakarta Timur.

Slamet mengatakan pemeriksaan dilakukan hari ini.‎ “Kami sampaikan bahwa Hari ini jadwalnya Pak Sitinjak dari tim pemeriksaan BNN. Pemeriksaan terkait yang katanya menurut Freddy Budiman mengatakan ada yang minta CCTV dicopot,” ujar Slamet.

Namun, Slamet mengatakan bahwa pemeriksaan yang dilakukan sekarang bersifat hanya konfirmasi saja.‎ “Ini sifatnya hanya konfirmasi saja. Jadi pemeriksaan non pro justitia. Pemeriksaan hari ini dipimpin oleh Inspektur Utama Irjen Rum Murkal,” kata Slamet.‎

Selama kurang lebih dua jam anak buah Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly itu digarap oleh BNN, namun dia enggan berkomentar usai menjalani pemeriksaan. Pasalnya, ia harus melaporkan dulu pemeriksaan itu ke Yasonna.

‎”Hal-hal yang substansi saya belum bisa menyampaikan itu. Saya harus lapor dulu ke pimpinan,” ujarnya.

Liberty meminta pengertian media bahwa ia belum bisa memberikan keterangan. “Mohon pengertian. Saya belum bisa memberikan apapun, karena saya wajib lapor ke pimpinan saya pak menteri (Yasonna),” sambungnya.

Liberty tetap menolak menjawab saat didesak mengenai substansi pemeriksaan. Dia menegaskan, hasil pemeriksaan akan disampaikan oleh Kepala BNN Komjen Budi Waseso atau Menteri Yasonna. “Tuh kan nyerempet lagi ini pertanyaan konyol tapi diminta jawaban cerdas. Saya harus lapor dulu ke pimpinan,” tegasnya.

“Saya telah memenuhi panggilan. Selama di ruangan kami sudah bisa selesaikan hal yang patut saya sampaikan selaku mantan Kalapas Nusakambangan,” ujar Liberty.

Dia melanjutkan, pemeriksaan berjalan dengan humanis tanpa adanya tekanan dari BNN. “Saya hanya jelaskan sebagai tindak lanjut surat terbuka KontraS itu. Untuk itu saya berharap, apa yang sudah dilakukan Dirjen Lapas dan BNN, sudah berjalan dengan baik,” imbuh Liberty.

Liberty mengaku tidak bisa membeberkan informasi terkait testimoni Fredi lantaran bukan wewenangnya. “Yang jelaskan biarkan Pak Menteri. Habis ini saya ke menteri untuk laporan. Kedatangan saya ke sini atas perintah menteri,” tambah Liberty.‎

Liberty Sitinjak disebut sempat ditawari uang sogokan oleh Fredi. Jumlahnya bahkan mencapai Rp10 miliar. Namun, Liberty mengaku menolak uang tersebut. “Kan hak dia nawarin. Dan hak saya menolak,” tegasnya.



loading...

Feeds