OJK Akui Sejumlah KCP Bank Muamalat di Sumut Akan Ditutup

Sejumlah KCP Bank Muamalat dikabarkan akan ditutup

Sejumlah KCP Bank Muamalat dikabarkan akan ditutup

POJOKSUMUT.com, MEDAN – Humas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumatera, Saryo mengakui ada pengajuan penutupan kantor Bank Muamalat.

Akan tetapi, masih baru rencana dan belum ditutup. Untuk rencana penutupan tersebut merupakan KCP, bukan kantor cabang utama.

“Berapa banyak KCP yang diajukan akan ditutup, saya tak mengingat jumlah pastinya. Disarankan untuk menanyakan langsung kepada pihak Bank Muamalat,” kata Saryo yang dihubungi, Senin (8/8).

Diungkapkan Saryo, dalam persetujuan pengajuan akan ditutupnya KCP tersebut, tentunya ada pertimbangan dan tidak langsung menerima begitu saja. Artinya, ada persyaratan dan hal-hal yang harus diperhatikan.

“Apakah disetujui belum bisa dipastikan dan tergantung pimpinan. Saat ini masih proses, baru usulan dan ada pertimbangan yang harus dilakukan,” terang Saryo.

Diutarakannya, setiap tahun ada pengajuan penutupan dan pembukaan kantor bank baru. Karena hal yang biasa, jadi jarang diumumkan ke publik.

“Rencana penutupan KCP tersebut merupakan hal yang biasa. Kita di OJK itu, masalah pembukaan baru (kantor) atau penutupan, sudah biasa menerima hal itu. Ini artinya, bukan sesuatu yang luar biasa dan juga hal yang baru.”

“Kalau ada perbankan yang ingin menutup kantornya terlebih dahulu mengajukan ke kita. Jadi, ini tidak hanya Bank Muamalat tetapi bank lainnya juga. Untuk pengajuan penutupan tersebut (KCP Bank Muamalat) sudah diajukan setahun yang lalu,” ungkapnya.

Disinggung mengenai alasan pengajuan ditutupnya sejumlah KCP Bank Muamalat, menurut Saryo, buka tutup kantor bank sudah biasa dilakukan.

Rencana buka maupun tutup kantor tentu sudah dicantumkan di Rencana Bisnis Bank (RBB) masing-masing yang disusun tahun lalu.‬

‪”Kalau alasan penutupan itu bervariasi. Ada yang karena sewa gedung sudah jatuh tempo, ada juga alasan untuk perbaikan kinerja atau juga optimalisasi kantor layanan dan lain sebagainya. Hitung-hitungannya kemungkinan kalau di suatu daerah ditutup, pertimbangannya mereka yang tahu seperti apa,” ucapnya.

Saryo melanjutkan, mengenai dampak terhadap nasabah, kemungkinan sudah diantisipasi oleh bank yang bersangkutan.

Artinya, sudah ada cara mengantisipasinya dan layanan terhadap nasabah tetap berjalan seperti biasa.

“Masyarakat dihimbau agar tidak usah terpengaruh dengan informasi yang menyebar tentang penutupan kantor bank. Ini merupakan hal yang umum, karena yang ditutup bukan banknya tetapi hanya KCP saja,” pungkasnya.

(fir/pojoksumut/sdf)



loading...

Feeds