Siswi SMAN 3 Tanjungbalai Tewas dengan Mulut Berbuih Usai Menghadiri Acara Ulang Tahun

Warga dan teman korban mengantarkan jenazah DNA ke pemakaman.
foto : metroasahan/jpg

Warga dan teman korban mengantarkan jenazah DNA ke pemakaman. foto : metroasahan/jpg

POJOKSUMUT.com, TANJUNGBALAI-Nasib tragis dialami seorang siswi SMA Negeri 3 Tanjungbalai, DNA (16) yang meregang nyawa dengan mulut berbuih usai menghadiri acara ulang tahun temannya, Sabtu (6/8/2016). DNA kemudian dimakamkan Minggu (7/8/2016). Ibu kandung korban Asmida mengaku curiga dengan kematian anaknya.

Pihak keluarga dari DNA meminta pihak kepolisian Mapolres Tanjungbalai untuk mengusut tuntas penyebab kematian putrinya yang dianggap meninggal secara tidak wajar.

DNA diketahui menghadiri perayaan ulang tahun temannya di satu tempat hiburan malam di kawasan KM 7 kota Tanjungbalai. DNA sempat dilarikan ke RSU Hadi Husada untuk mendapat pertolongan, namun karena kondisinya kritis dan meninggal dunia.

“Saya berharap polisi dapat mengusut tuntas pelaku atas kematian anak saya yang tak wajar,” kata Asmidar (41) ibu kandung Desy yang ditemui di rumah duka setelah pemakaman DNA, Minggu (7/8/2016).

Asmidar mengatakan pelaku harus mendapat ganjaran yang seberat-beratnya atas perbuatan yang dilakukan para pelaku sehingga nantinya tidak ada korban berikutnya. “Segera pelaku ditindak agar jangan ada lagi anak gadis di Tanjungbalai menjadi korban berikutnya,” kata Asmidar sembari menteskan air mata.

Asmidar menceritakan DNA merupakan anak pertama dari empat bersaudara almarhum suaminya Ishak Lubis. Di mana keseharian merupakan anak yang baik dan patuh kepada orang tua. “Dia nggak pernah macam-macam. Kalau pun pergi, permisi jam sepuluh malam paling lama sudah kembali ke rumah,” kata Asmidar.

Sebelum kematian DNA, Asmidar menceritakan bahwa putrinya permisi menghadiri ulang tahun temanya. “Jumat (5/8/2016) siang itu dia permisi mau merayakan ulang tahun temannya jadi saya izinkan dan saya bilang pulangnya jangam lama-lama, diiyakannya. Dia pun pergi dari rumah dan sampai dipersimpangan dia jumpa sama neneknya minta antarkan ke depan Salon Alvira di Jalan Sudirman dengan alasan menunggu temanya. Ketika jam 10 malam saya hubungi Hp nya tidak aktif. Saya tanyak temanya nggak ada yang tau, namun saya berfikir dia tidur tempat temanya,” ucap Asmidar.

Namun setelah pukul 07.15 WIB dirinya mendapat kabar DNA sudah berada di rumah sakit diantar temannya dalam keadaan kritis dengan mulut berbuih dan tak dapat tertolong hingga akhirnya meninggal dunia.

Sementara itu, di rumah duka di Jalan Perak, Kelurahan Tanjungbalai Kota II, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, ratusan pelajar SMA Negeri 3 Tanjungbalai ikut menghadiri pemakaman jenazah korban. Jenazah DNA dimakamkan dipemakaman muslim Kampung Jawa.

Isak tangis keluarga dan teman-teman sekolah membuat warga lainya terharu. IP, teman korban mengatakan dirinya menjumpai korban ketika melintas di Jalan Anwar Idris, di mana ia melihat korban dengan keadaan yang kritis bersama dua orang laki-laki yang tidak dikenal. Selanjutnya laki-laki tersebut menyuruhnya membawa korban ke Rumah Sakit Hadi Husada.

Sementara pihak RSUD Dr Tengku Mansyur melalui petugas kamar mayat mengatakan berdasarkan visum pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, namun wajah korban nampak pucat dan mulut mengeluarkan buih.

“Kesehariannya, korban anak baik. Kami yakin dia tidak berbuat yang bukan bukan. Pasti ada yang melakukan ini padanya. Untuk itu kami berharap penegak hukum untuk mengusut penyebab kematian korban,” jelasnya. (mag02/ilu/syaf/MA/jpg/nin)



loading...

Feeds