TEGA! Satpam Hotel Ternyata Sempat Perkosa Siswi SMAN 3 Tanjungbalai Itu sebelum Tewas

Warga dan teman korban mengantarkan jenazah DNA ke pemakaman.
foto : metroasahan/jpg

Warga dan teman korban mengantarkan jenazah DNA ke pemakaman. foto : metroasahan/jpg

POJOKSUMUT.com, TANJUNGBALAI-Fakta mengejutkan terkuak terkait meninggalnya DNA, siswi SMA Negeri 3 Tanjungbalai usai menghadiri pesta ulang tahun temannya, Sabtu (6/8/2016). Ini setelah Pihak Polres Tanjungbalai mengamankan seorang tersangka.

Berdasarkan hasil pengembangan yang dilakukan polisi, sebelum korban meninggal dunia, seorang satpam hotel bernama Hendri sempat menyetubuhi korban yang dalam keadaan mabuk.

“Kita masih terus melakukan penyelidikan atas tewasnya siswi SMA tersebut,” kata Kapolres Tanjungbalai AKBP Ayep Wahyu Gunawan melalui Kasubbag Humas AKP Y Sinulingga.

Baca Juga : Siswi SMAN3 Tanjungbalai Tewas dengan Mulut Berbuih Usai Menghadiri Acara Ulang Tahun

Dikatakan Sinulingga, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan telah mengamankan satu orang tersangka atas kematian siswi tersebut.

“Saat ini kita sudah mengamankan satu orang tersangka berinisial HS,” katanya. Dikatakan Sinulingga, berdasarkan keterangan saksi, peristiwa tewasnya DNA berawal saat korban dan temanya sekolah IP janjian menghadiri pesta teman mereka yang berulang tahun di salah sebuah hotel di Jalan Sudirman, Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar, Tanjungbalai.

Selanjutnya setelah pulang sekolah, pertemuan tersebut pun dilakukan kedua remaja putri ini di sebuah salon sambil merias diri mereka. Lalu keduanya pergi ketempat hiburan malam tepat pesta ulang tahun teman mereka berlangsung.

Di hotel tersebut, bersama teman-teman yang lain, mereka masuk ke dalam sebuah kamar Karaoke untuk bernyanyi.

Namun sayangnya pesta ultah tersebut, bukan hanya sekadar pesta, akan tetapi selain nyanyi, diduga ada yang dimakan atau diminum korban, sehingga mengalami kejang kejang dan tak sadarkan diri, sampai dibawa ke kamar di lokasi hiburan malam itu untuk ditenangkan dan disadarkan.

Saat korban bersama temannya di dalam kamar, Satpam Hotel bernama Hendri berpura-pura memandikan agar peningnya hilang.

“Saat korban dalam keadaan pening dan tak sadarkan diri, korban dibawa ke kamar untuk ditenangkan, namun seorang satpam hotel. masuk ke dalam kamar. Selanjutnya Satpam tersebut menganjurkan kepada IP agar korban dimandikan. Lalu baju korban dibuka, lalu Satpam memandikannya dan korban diletakkan di lantai beralaskan selimut kamar hotel,” katanya.

Selanjutnya sambil menunggu korban sadar, satpam tersebut menyuruh IP tidur dan satpam tersebut berjanji akan mengurut atau mengusuk badan korban, agar terasa enak dan cepat sadar.

“Kusuk badan yang dilakukan Satpam bukan untuk menyadarkan korban, melainkan ada niat buruk diduga karena melihat tubuh korban yang hanya memakai celana dalam saja, Hendri melakukan hubungan suami istri, lalu Hendri meninggalkan IP dan korban di dalam kamar,” ucap Sinulingga.

Saat IP terbangun IP melihat korban dalam keadaan tanpa busana dan mengeluarkan darah dari kemaluannya. Selanjutnya IP membawa korban ke rumah Sakit Husada selanjutnya kemudian memberitahukan kondisi korban kepada orang tua korban. Namun pihak medis yang memberikan pertolongan tak mampu menyelamatkan nyawa korban. “Kita masih menunggu hasil dari otopsi dan saat ini kita terus melakukan pengembangan” pungkas Sinulingga. (Mag02/syaf/MA/jpg/nin)



loading...

Feeds