Dokter Spesialis Diwajibkan Tugas di Daerah

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Krisis jumlah dokter spesialis di daerah masih dialami Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Sebab, dokter spesialis menumpuk di ibukota provinsi atau kota besar.

Oleh karenanya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mewajibkan dokter spesialis bertugas ke daerah. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi kesulitan daerah memiliki dokter spesialis di rumah sakit umum daerah.

“Pemenuhannya melalui program wajib kerja spesialis. Kemenkes sudah merumuskannya, meskipun Perpresnya belum diterbitkan,” ujar Kepala Bidang SDM Dinas Kesehatan Sumut, Ridesman kepada wartawan di Medan, Rabu (10/8/2016).‬

‪Ridesman mengungkapkan, kewajiban dokter spesialis itu dikhususkan untuk setiap dokter yang baru lulus Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Mereka akan ditugaskan selama setahun.‬

‪”Kemungkinan akhir tahun 2016 programnya sudah berjalan, dan 2017 sudah siap,” ucapnya.‬

‪Namun begitu, lanjut Ridesman, penugasan khusus itu akan berbeda waktunya bagi dokter yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Karena, dalam studinya mereka mendapatkan biaya pendidikan dari beasiswa yang diberikan pemerintah.

“Waktunya 2N+1 atau 2 kali masa studi ditambah setahun. Disitulah lamanya mereka akan ditugaskan,” terangnya.‬

Diutarakan Ridesman, untuk penempatannya, Kemenkes sendirilah yang bakal menghubungi langsung RSU mana yang akan ditempatkan. Sementara, Dinas Kesehatan Sumut hanya mendistribusikannya.‬

‪”Saat ini kita masih menunggu kapan Perpresnya dikeluarkan dulu. Dan, kemungkinan dalam waktu dekat,” sebutnya.‬

Lebih lanjut Ridesman mengatakan, RSU daerah di Sumut sudah mengajukan penambahan dokter spesialis. Di antaranya, Kabupaaten Tobasa 1 spesialis anak, 2 bedah dan 5 kebidanan. Kotaa Tebingtinggi 2 spesialis anak, 2 bedah, 2 kebidanan, dan 3 penyakit dalam.‬

‪Selanjutnya, Padanglawas Utara 2 spesialis anak, 1 bedah, 1 kebidanan, dan 1 penyakit dalam. Sibolga 2 spesialis anak, 2 bedah, 2 kebidanan, dan 1 penyakit dalam. Tarutung 2 spesialis anak, 2 bedah, 1 kebidanan, dan 1 penyakit dalam. Panyabungan 2 spesialis bedah, 1 kebidanan, dan 1 penyakit dalam.

Lalu, Langkat 2 spesialis bedah, dan 2 penyakit dalam. Simalungun 1 spesialis bedah, 1 kebidanan dan 1 penyakit dalam. Samosir 2 spesialis anak, 2 bedah, 2 kebidanan, dan 2 penyakit dalam.‬ Pakpak Barat 1 spesialis bedah, Tanjung Balai 1 spesialis bedah dan 1 kebidanan, Perdagangan 1 spesialis anak, 1 bedah, 2 kebidanan, dan 2 penyakit dalam.

Kemudian, Padanglawas 1 spesialis anak, 1 bedah, 1 kebidanan dan 1 penyakit dalam. Nias Selatan 2 spesialis anak, 2 bedah, 1 kebidanan, dan 2 penyakit dalam. Padang sidimpuan 1 spesialis anak, 2 bedah, 1 kebidanan, dan 1 penyakit dalam. Asahan 3 spesialis penyakit dalam, Siantar 1 spesialis kebidanan, Karo 1 spesialis anak, 1 bedah, dan 1 kebidanan, serta Humbahas 2 spesialis anak, 1 bedah, 1 kebidanan, dan 1 penyakit dalam.‬

‪”Totalnya ada 92 dokter spesialis medik dasar yang dibutuhkan oleh RSU di daerah,” tukasnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds

PSMS Bawa 18 Pemain ke Surabaya

Dari daftar pemain yang dibawa dua nama Frets Listanto dan Muhammad Alwi Slamet belum tampak. Keduanya masih berjibaku dengan Pekan …