Polres Tanjungbalai Tetapkan 2 Tersangka Kasus Tewasnya Siswi SMAN 3

Warga dan teman korban mengantarkan jenazah DNA ke pemakaman.
foto : metroasahan/jpg

Warga dan teman korban mengantarkan jenazah DNA ke pemakaman. foto : metroasahan/jpg

POJOKSUMUT.com, TANJUNGBALAI-Penyelidikan kasus tewasnya DNA, siswi kelas II SMA Negeri 3 Tanjungbalai memasuki babak baru. DNA diduga kuat mengalami pingsan dengan mulut berbuih karena dipaksa menelan ekstasi, sementara dalam keadaan lemah sebelum tewas dia juga diperkosa.

Alhasil, Pihak Polres Tanjungbalai telah menetapkan dua tersangka dari empat orang yang diamankan sebelumnya. Keempat orang yang diamankan yakni Bunlay alias Alay (50), Deny (46), Jony alias Toni(38), dan Hendri Arianto (39) satpam Hotel KM 7 Jalan Sudirman Tanjungbalai.

Baca Juga : TEGA! Satpam Hotel Ternyata Sempat Perkosa Siswi SMAN 3 Tanjungbalai Itu Sebelum Tewas

Informasi diperoleh, Bunlay merupakan warga Jalan Masjid, Lingkungan II, Kelurahan Pulau Simardan, Kecamatan Datuk Bandar. Sedangkan Deny wargaa Jalan Ar Hakim Tanjungbalai, dan Jony alias Toni warga Jalan Cokro Aminoto, Gang H Sulaiman Tanjungbalai.

“Keempat orang tersebut yakni Bunlay dan Hendri, Toni, dan Deny. Dari empat yang diamankan, dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka yakni Hendri dan Bunlay sedangkan Toni dan Dedni masih dalam pemeriksaan,” kata Kasubag Humas Polres Tanjungbalai AKP Yani Sinulingga.

Dikatakan Sinulingga pertama kali yang ditetapkan sebagai tersangka yakni Hendri. Untuk kasus Hendri, polisi menetapkannya sebagai tersangka kasus melakukan pencabulan terhadap korban. Sedangkan untuk tersangka Bunlay, polisi menetapkan sebagai tersangkayang memberikan narkoba kepada korban.

Narkoba inilah yang kemudian diduga membuat korban tewas dengan mulut berbuih. Sedangkan, Hendri satpam yang memperkosa korban dalam keadaan lemah.

“Setelah kita menetapkan Hendri sebagai tersangka pencabulan, lalu kita menetap Bunlay sebagai tersangka. Dimana Bunlay yang memberikan ekstasi kepada korban,” kata Sinulingga. Dijelaskan Sinulingga terkait kedua orang lainya masih dalam penyelidikan serta rekan korban masih dijadikan saksi.

“Untuk kedua lainya Deny dan Toni masih dalam pemeriksaan petugas sedangkan IP (teman korban) masih sebagai saksi atas kematian DNA,” jelasnya.

Sinulingga menambahkan, dari keempat tersangka satu diantaranya ditempatkan di sel tahanan yang berbeda. “Terhadap Hendri Arianto S kita tempatkan di sel berbeda,” kata Sinulingga.

Sinulingga menambahkan, sesuai pengakuan IP teman sekolah korban, Bunlay, Deny dan Jony lah teman mereka karokean di Hotel KM 7 Jalan Sudirman. Saat karokean ketiganya memakai narkoba.

Sinulingga menambahkan, Bunlay, Deny dan Jony ditangkap di salah satu Hotel Melati di Deliserdang dan hendak melarikan diri ke Jakarta. Penangkapan terhadap ketiganya berdasarkan keterangan dari IP yang ikut dalam acara karokean di hotel.

Dari keterangan saksi polisi langsung membentuk tim dan mengamankan Hendri Arianto Simanjuntak, kemudian mengejar tiga tersangka lainnya. Ketiga tersangka diringkus dari salah satu kamar hotel di kawasan Batang Kuis, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang.

Setelah dilakukan penangkapan, ketiga tersangka dibawa ke Polres Tanjungbalai untuk dilakukan pemeriksaan terkait kematian korban. Untuk tersangka Hendri polisi menetapkan pasal pasal 81 ayat(2) junto 286 Subsider 290 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (ilu/syaf/MA/jpg/nin)



loading...

Feeds