Pertamina Tak Larang Pedagang Eceran Beli Pertamax di SPBU

Ilustrasi pengisian BBM.  
FOTO : pertaminaretail

Ilustrasi pengisian BBM. FOTO : pertaminaretail

POJOKSUMUT.com, MEDAN – Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I Sumbagut tak melarang pedagang eceran membeli pertamax di SPBU. Meskipun, telah beredar dugaan temuan pertamax palsu (oplosan) di kawasan Medan Utara yang dijual dengan harga Rp7.500 per liter.

Officer Communication Pertamina MOR I Sumbagut, Arya Yusa menyatakan, larangan terhadap pedagang eceran untuk membeli pertamax di SPBU tidak ada. Justru, pihaknya memperbolehkan mereka untuk membeli dengan menggunakan jerigen.

“Kita memperbolehkan membeli menggunakan jerigen. Akan tetapi, itu khusus BBK (bahan bakar khusus), pertalite dan pertamax. Larangan hanya dilakukan, untuk pembelian dengan jerigen jenis BBM (bahan bakar minyak), seperti premium dan solar,” ujar Arya yang dihubungi, Kamis (11/8).

Menurut Arya, pembelian BBK menggunakan jerigen untuk mengantisipasi ‘kencing dijalan’ (mengurangi isi muatan). Maka dari itu, diperbolehkan membeli dengan jerigen.

“Untuk pembelian BBK tersebut tidak perlu menggunakan surat keterangan. Hanya saja, pihak SPBU dihimbau agar membatasi pembelian BBK dengan menggunakan jerigen. Pembeliannya dibatasi untuk satu orang, paling satu atau dua jerigen saja,” sebut Arya.

Disinggung apakah Pertamina tidak khawatir jika pertamax dioplos, lantaran sudah terbukti terjadi di kawasan Medan Utara. Arya mengaku, bahwa pihaknya melihat konsumen sudah pintar untuk memilih bahan bakar yang tepat bagi kendaraan mereka. Selama penjualan bukan di lembaga penyalur resmi (SPBU), maka tidak menjadi kekhawatiran.

“Kami serahkan sepenuhnya kepada kepolisian, apabila terjadi pengoplosan oleh pengecer,” tambahnya.

Sementara, sebelumnya, PT Pertamina (Persero) MOR I Sumbagut akan melakukan kroscek ke lapangan, terkait beredarnya pertamax yang diduga palsu di kawasan Medan Utara.

“Kita akan cek ke lapangan mengenai pertamax palsu tersebut. Sejauh ini di SPBU belum ada temuan itu,” ujar General Manager MOR I Sumbagut, Romulo Hutapea.

Menurut Romulo, BBM tersebut dijual oleh pengecer bukan di SPBU. “Saya menilai, kalau di lembaga penyalur (SPBU) tidak akan berani menjual BBM palsu tersebut. Sebab, terlalu besar risiko yang akan diterimanya. Akan tetapi, kalau bagi pengecer itu mungkin saja dan kita agak susah melakukan pengawasan terhadap mereka,” katanya.

Oleh karena itu, sambung Romulo, dihimbau kepada masyarakat Medan khususnya harus lebih berhati-hati. Untuk membeli BBM, dapat dilakukan di SPBU resmi jangan ke pengecer. .

“Pada dasarnya SPBU yang ada letaknya tidak terlalu jauh. Jangan karena harganya murah lalu terus beralih,” tukasnya.

Diketahui, pertamax diduga palsu mulai beredar di pasaran. Kondisi ini, diduga dimanfaatkan pihak tertentu, seiring dengan naiknya tren konsumsi pertamax.

Informasi diperoleh, peredaran pertamax palsu ini terendus dari warga penjual pertamax, yang berdomisili tidak jauh dari lokasi depot pertamina TBBM Medan Group di Jalan KL Yos Sudarso Km 20 Kecamatan Medan Labuhan.

“Disini, ada pertamax murah. Kalau mau beli, bisa dipesan lewat saya,” ucap, S seorang warga penjual pertamax.

Untuk harga katanya, per liter pertamax yang dibeli dari gudang tempat pembuatannya berkisar Rp7.000. Harga ini jauh lebih murah dari pertamax produksi pertamina, yang dibandrol dengan harga Rp7.700 per liternya.

“Harga pengambilan segitu. Tapi, kita bisa jual Rp7.500 per liter. Kalau mau untung besar, dijual eceran per botol ukuran satu liter Rp10.000,” katanya.

Murahnya harga jual pertamax ini sebut dia, dikarenakan bahan bakar tersebut merupakan produk palsu rumahan. Untuk membuatnya dibutuhkan condensat, bensin dan zat pewarna.

“Ini adalah pertamax palsu, tapi secara kasat mata terlihat asli. Ada beberapa lokasi pembuatan disini, termasuk di Bom Lama Lingkungan 25 Kelurahan Pekan Labuhan,” tambah S.

(fir/pojoksumut/sdf)



loading...

Feeds