Rombongan Tewas di Mobil Avanza Itu dari Kualanamu Antar Anaknya yang Lulus di UGM

Suasana duka korban penumpang mobil Avanza.
foto : metroasahan/jpg

Suasana duka korban penumpang mobil Avanza. foto : metroasahan/jpg

POJOKSUMUT.com, BATUBARA-Tewasnya tujuh penumpang Avanza setelah tabrakan maut dengan KUPJ Tour, Rabu (10/8/2016) menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar. Terlebih semua yang meninggal masih satu keluarga.

Sutimin (37) kerabat korban saat ditemui di Puskesmas Limapuluh menjelaskan sebelum malam kejadian, ia sempat ikut melepas dan mengantarkan rombongan keluarganya itu dari rumah mereka di Desa Sijabut Teratai.

“Mereka ini baru pulang dari Bandara Kualanamu,” ujar Sutimin. Sutimin menyebutkan kedatangannya bersama keluarga lainnya hendak menjemput ketujuh jenazah kerabatnya itu.

Mereka itu, lanjut Sutimin, berangkat ke Bandara Kualanamu International Airport (KNIA) untuk mengantarkan anak Sarjo (50) bernama Andi Setiawan (19), yang lulus di Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta.

Baca : Begini Kronologis Kecelakaan Maut KUPJ Vs Avanza

Turut serta dalam mobil itu Sarjo (50 tahun), istrinya Sumarti (46 tahun), ibu Sarjok bernama Semi (70 tahun), anaknya Surianto (35 tahun), Akbar (3 tahun), Enni (34 tahun), Irma Yanti (14 tahun) dan Firman (8 tahun), Sumirah (43 tahun).

“Mereka semua merupakan satu keluarga warga Desa Sijabut Teratai, Kecamatan Air Batu, Asahan,” ujarnya.

“Sama sekali tidak ada firasat. Kami semua terkejut atas kejadian ini,” tandas Sutimin.

Menurut Sutimin, pada Selasa (9/8/2016) malam saat mereka berangkat dari kampung, semuanya biasa saja. Mereka memang sengaja berangkat malam, agar dapat mengejar pesawat pertama di Kualanamu.

Kerabat korban lainnya bernama Sukatno (50), warga Dusun IV, Desa Sijabut Teratai, menambahkan bahwa para korban berangkat dari rumah ke Bandara Kualanamu pada Selasa (9/8/2016) malam sekira pukul 23.00 WIB. Kemudian, mereka hendak pulang dari Bandara Kualanamu, keesokan harinya Rabu (10/8/2016) pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

“Namun di tengah perjalanan mereka mengalami kecelakaan ini. Kalau korban Sarjo yang meninggal ini dia merupakan Kepala Dusun I di Desa Sibjabut Teratai,” katanya.

Abdul Naim Telaumbanua (48), Penjabat (pj) Kepala Desa Sijabut Teratai, menerangkan bahwa seluruh korban akan langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. “Mereka itu semua masih kerabat saya,” tukas Abd Naim Telaumbanua.

Selesai administrasi masih kata Abd Naim Telaumbanua, seluruh jasad para korban langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Mungkin di antaranya akan langsung dikebumikan, tapi sebagian lagi seperti almarhum Sarjo, kemugkinan baru akan dikebumikan keesokan harinya karena menunggu anaknya dari Pekanbaru. (wan/dro/MA/jpg/nin)



loading...

Feeds

PSMS Bawa 18 Pemain ke Surabaya

Dari daftar pemain yang dibawa dua nama Frets Listanto dan Muhammad Alwi Slamet belum tampak. Keduanya masih berjibaku dengan Pekan …