Siswa Ini Dibully, setelah Orangtuanya Menganiaya Guru Hingga Berdarah

Guru yang dianiaya

Guru yang dianiaya

POJOKSUMUT.com, MAKASSAR—Masih ingat dengan kasus guru diperkarakan karena mencubit Arif?  Guru itu lantas dilaporkan ke polisi dan disidang dan divonis hukuman 3 bulan penjara. Nah, kini ada lagi kasus yang bikin miris dunia pendidikan.

Seorang guru berlumuran darah setelah dianiaya orang tua siswa, lantaran siswa tersebut ditampar guru. Tamparan guru tersebut bukan tanpa alasan, AAS-siswa tersebut ditanya soal pekerjaan rumah malah menghina guru dengan kata kotor.

Guru arsitek SMKN 2 Makassar bernama Dasrul (52) itu dianiaya orang tua siswa bernama, Adnan Achmad (38) pada Rabu, 10 Agustus 2016.

Siswa bandel yang ngadudomba orangtua dan gurunya. foto : facebook

Siswa bandel yang ngadudomba orangtua dan gurunya.
foto : facebook

Siswa tersebut mengatai gurunya dengan “sundala”. Kata kasar adalah satu kata kotor yang tak boleh diucapkan di Makassar, kurang lebih sundala itu merujuk arti anak haram.

Kini nasib AAS serupa dengan Arif. Dia di-bully habis-habis oleh netizens di media sosial. Terutama di Facebook. Hampir seribu lebih pencarian di Facebook mencari akun siswa kelas dua SMKN 2 Makassar tersebut.

Fotonya sudah tersebar di mana-mana dengan berbagai bentuk meme. Cacian pun terlontar dari netizens untuknya.

“Generasi apaan nih model begini??? Semoga gak ada sekolah yang mau nerima ini bocah,” tulis netizen kesal.

Tidak ada yang mendukungnya, meski sebelumnya dia juga mendapat tamparan dari guru. Netizen justru menganggap AAS bermental manja karena tidak mengerjakan PR dan mengadu domba ayahnya dengan sang guru.

“Pantas memang dia ditampar, mana boleh caci maki guru begitu? apalagi karena dia gak kerjakan PR,” tulis lainnya. Kini foto-foto AAS pun sudah tersebar di Instagram. Bahkan ada netizen yang membuatkan akun palsu atas namanya.

Peristiwa itu bermula ketika Dasrul menagih pekerjaan rumah yang ditugaskannya pada siswa kelas dua. Salah seorang siswa, AAS  tidak mengerjakan tugas sehingga ditegur sang guru.

Saat ditegur, siswa tersebut menendang pintu sambil mengucapkan kata-kata kotor, “sundala”. Hal itu membuat Dasrul naik pitam hingga menampar siswa bermulut kasar tersebut. AAS langsung mengadu kepada orang tuanya.



loading...

Feeds