Hotel Terbesar di Dunia Ada di Makkah, Punya 10 Ribu Kamar

Hotel terbesar di dunia

Hotel terbesar di dunia

POJOKSUMUT.com, MAKKAH– Hotel Abraj Kudai yang berada tak jauh dari kota suci Makkah, Arab Saudi ini bakal menjadi yang terbesar di dunia

Betapa tidak, jumlah kamarnya saja ada sebanyak 10.000, memiliki 70 restoran, 12 menara dan empat landasan pendaratan helikopter (helipad).

Pembangunan hotel ini yang hingga selesainya diperkirakan menelan anggaran sebanyak  Rp47 Triliun itu, dibiayai oleh Kementerian Keuangan Arab Saudi

Hotel Abraj Kudai ini dibangun di kawasan padang pasir seluas 4,5 juta hektare. Pencakar langitnya akan dilengkapi dengan tower setinggi 45 lantai.

Hotel terbesar di dunia

Hotel terbesar di dunia

Tak semua bagian hotel ini terbuka untuk disewa oleh umum, sebab ada lima lantai yang akan dikhususkan kepada keluarga Kerajaan Saudi jika mereka ingin menginap di situ.

Di halaman hotel itu akan terdapat sebuah stasiun bus, pusat perbelanjaan, restoran, gerai makanan, dan tempat parkir kendaraan.

Di bawah kubah besar dua dari menara itu akan dibangun sebuah balairung dan pusat konvensi.

Sepuluh dari menara yang melengkapi kompleks hotel mewah ini akan memberi pelayanan berkelas bintang empat sementara dua lagi bintang lima, khusus untuk pelanggan eksklusif.

Untuk saat ini, hotel terbesar di dunia berdasarkan jumlah kamar adalah First World Hotel di Genting Highlands, Malaysia, yang mempunyai 7.351 kamar, disusul MGM Grand di Las Vegas, Amerika Serikat dengan 6.198 kamar.

Abraj Kudai berjarak hanya dua kilometer dari Makkah, kota suci yang menjadi tumpuan umat Islam untuk menunaikan ibadah haji dan umrah.

Selain bakal menjadi hotel terbesar di dunia berdasarkan jumlah kamar, Abraj Kudai juga punya satu lagi keunggulan yakni memiliki kubah terbesar di dunia.

Menurut rencana, hotel ini akan resmi beroperasi pada tahun 2017. Hanya saja, pembangunannya mungkin sedikit tersendat pada waktu belakangan, menyusul guncangan krisis ekonomi yang sebagiannya ternyata juga ikut menggerus kekuatan ekonomi negara petro-dolar tersebut.

(dailymail/zar/sdf)



loading...

Feeds