Hukum Mati Pembunuh Siswi di Tanjung Balai

Spanduk aksi solidaritas warga Tanjungbalai meminta agar polisi mengusut dan menghukum mati pelaku yang menyebabkan DE tewas

Spanduk aksi solidaritas warga Tanjungbalai meminta agar polisi mengusut dan menghukum mati pelaku yang menyebabkan DE tewas

POJOKSUMUT.com, TANJUNG BALAI– Asmidar, ibu almarhumah DS memberikan kuasa hukum kepada 4 pengacara, yakni Ade Agustami Lubis, Nauli Jhansen Rambe SH, Jhon Hasyim SH, dan Indra Sahrul SH untuk mengangani kasus kematian putrinya usai merayakan ulang tahan temannya beberapa waktu lalu.

Adapun kedatangan wanita yang sudah lama ditinggal suami sejak meninggal dunia, dirinya berupaya mencari keadilan dan minta bantuan hukum atas peristiwa kematian putrinya tercinta.

Asmidar menyerahkan kuasa kepada penerima kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum Posbakumadin Sumatera Utara cabang Tanjungbalai di kantor Posbakumadin, Kamis (11/8).

Asmidar berharap kepada pihak Polres Tanjungbalai, Kejaksaan dan Pengadilan agar proaktif dalam menangani perkara anaknya.

“Saya yakin bahwa hukum pasti ditegakkan untuk membela kebenaran.  Saya berharap juga kepada lembaga bantuan hukum dapat ikut serta berperan aktif melakukan pembelaan terhadap orang yang lemah dan tidak mampu. Terimakasih kepada LBH bantuan hukum Posbakumadin,” ujarnya.

Sementara itu Ade Agustami sebagai Ketua Posbakumadin Medan Sumatera Utara cabang Tanjungbalai menyampaikan, semua aspirasi masyarakat dan keluhannya ditampung dan diterima dengan baik.

Disinggung soal pemasangan spanduk, Ade  meminta dengan tegas kepada aparat hukum, baik  Polri, Kejaksaan dan Peradilan Tanjungbalai untuk mengusut tuntas pelaku kekerasan terhadap almarhumah.

“Para pelaku harus dihukum seberatnya atau hukuman mati,” ujar Syamsir SH dan Buyung.

Mereka sangat setuju dan mendukung pemasangan sepanduk aksi solidaritas masyarakat menyikapi kematian DS.

(ilu/jpg/ms/ma/sdf)



loading...

Feeds