IP, yang Membawa Siswi SMA Tanjungbalai Ini Dikenal Penyuplai Gadis ke Pria Hidung Belang

Spanduk aksi solidaritas warga Tanjungbalai meminta agar polisi mengusut dan menghukum mati pelaku yang menyebabkan DE tewas

Spanduk aksi solidaritas warga Tanjungbalai meminta agar polisi mengusut dan menghukum mati pelaku yang menyebabkan DE tewas


POJOKSUMUT.com, TANJUNGBALAI
-Kasus tewasnya DNA, siswi SMA Negeri 3 Tanjungbalai masih terus disorot. Terlebih keluarga korban berharap IP, rekan korban yang membawa DNA ke acara ulang tahun itu juga dijadikan tersangka.

Saat ini, kehidupan sehari-hari IP juga dikupas. Ternyata di kalangan pelanggan prostitusi maupun bagi pria hidung belang, nama IP (17) sudah cukup dikenal dan bukan pemain baru lagi. Selain berwajah menarik, dengan usia yang masih belia, IP juga mampu menyediakan wanita yang masih usia sekolah atau belia sesuai dengan permintaan pria hidung belang.

“Kalau IP itu, sudah pemain lama dan cukup dikenal dikalangan wanita-wanita penghibur maupun pria hidung belang. Bahkan, IP selalu diminta pelanggannya untuk menyediakan wanita-wanita yang masih belia”, ujar Bunga (nama samaran), salah seorang wanita penghibur saat ditemui di salah satu lokasi hiburan yang di kawasan Jalan Sudirman Km.7, Kota Tanjungbalai, Rabu (10/8/2016) malam.

Baca Juga :Inilah Tampang Para Pelaku Kasus Tewasnya Siswi SMAN Tanjungbalai

Menurut Nani, sehari-harinya, IP itu memasuki lokasi hiburan bersama dengan rekannya seorang banci atau bencong. Katanya, IP juga sering membawa gadis-gadis belia ke lokasi hiburan di kawasan tersebut untuk mendapatkan “fee” dari pelanggannya.

Hal senada juga diungkapkan sejumlah wanita penghibur lainnya. Kata mereka, dalam kesehariannya, IP tidak pernah memperlihatkan jati dirinya yang masih pelajar di Sekolah Menengah Atas (SMA) di kota itu.

Sayangnya, saat mencoba menghubungi IP di Polres Tanjungbalai, Kamis (11/8/2016), tidak berhasil. Setiap mengetahui kedatangan wartawan, IP langsung bersembunyi di salah satu ruangan penyidik di Polres Tanjungbalai.

“Dia tidak bersedia bertemu dengan orang lain selain petugas dan juga keluarganya. Kita tidak bisa memaksanya, itu adalah hak privasinya,” ujar Kapolres Tanjungbalai AKBP Ayep Wahyu Gunawan SIK, MHum saat dihubungi melalui Kasubbag Humas AKP Y Sinulingga, Rabu (11/8/2016).

Menurut AKP Y Sinulingga, pihaknya saat ini masih mengusut kemungkinannya, IP telah menjual temannya kepada pria hidung belang sebelum akhirnya meninggal dunia secara tragis. Oleh karena itu, imbuhnya, pihaknya sampai saat ini masih mengamankan IP sekaligus untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diingini selama kasus tersebut masih dalam proses pengusutan. (ck-5/MS/MA/jpg/nin)



loading...

Feeds