La Liga, Sayangnya Masih Tetap Barca, Real dan Atletico

Tim Barcelona

Tim Barcelona

POJOKSUMUT.com, BERDOALAH agar pengejaran titel La Liga musim 2016-2017 bisa seseru musim lalu. Kala itu kampiun La Liga baru ketahuan di jornada ke-38 atau pada pekan pamungkas. Barcelona akhirnya memenangkan perburuan titel dengan selisih satu angka, 91-90, dari Real Madrid.

Musim ini rumah bursa Eropa menjagokan Barca, sebutan laain Barcelona, Real, dan Atletico Madrid masih akan mendominasi kancah kompetisi La Liga. Kalaupun ada ‘riak-riak’ gangguan akan hadir dari Sevilla, Villarreal, Valencia, juga Athletico Bilbao.

ESPN menganalisis seandainya musim ini di antara Barca, Real, dan Atletico, nama terakhir adalah tim paling ‘galak’ di bursa transfer. Total Los Rojiblancos-julukan Atletico, menggelontorkan EUR 81 juta (Rp1,18 Triliun) buat mendatangkan pemain ke Vicente Calderon.

Yang paling mahal di antara enam pembelian Atletico musim panas ini adalah Kevin Gameiro. Penyerang Sevilla itu bersedia berganti kostum dengan banderol EUR 32 juta (Rp467,46 Miliar).

Barca pun tak kalah agresif. Meski tak serakus Atletico di bursa transfer, Blaugrana, julukan Barca, mendatangkan empat wajah baru. Gelandang Andre Gomes yang didatangkan dari Valencia membuat Barca mengeruk pundi keuangan paling banyak. Pemain timnas Portugal itu berharga EUR 34 juta (Rp505,73 Miliar).

Sedang Real yang sempat dikabarkan mendekati Paul Pogba malah sejauh ini baru mendapatkan satu amunisi. Itupun klausulnya beli kembali atau buyback. Setelah tiga musim ‘disekolahkan’ di Italia bersama Juventus, Alvaro Morata kembali ke berlatih di Valdebebas musim ini. Morata ditebus seharga EUR 30 juta (Rp438,24 Miliar).

Nah, usai meraih kemenangan 3-2 atas Sampdoria kemarin (11/8/2016) pada ajang Joan Gamper Trophy di Camp Nou, entrenador Barca Luis Enrique mengatakan ambisi timnya cukup besar buat mengulang sukses musim lalu.

“Kami masih membutuhkan perbaikan menuju musim depan. Dan kami tetaplah tim yang bisa dikalahkan siapapun,” kata Enrique seperti diberitakan Marca kemarin.

Barca musim ini sudah kalah start dari Real dalam hal pengumpulan trofi. Kalau dibandingkan Real yang memenangi UEFA Super Cup Rabu (10/8/2016) lalu, Joan Gamper trophy jelas bukan komparasi yang sepadan.

“Kami memperkuat tim ini dengan sangat brilian. Saya rasa inilah tim terbaik yang saya miliki dalam tiga tahun terakhir,” ucap pria kelahiran Asturias, Spanyol itu. “Mereka punya kualitas dan bisa berkompetisi seperti yang saya harapkan,” tutur Enrique.

Berkaca hasil musim lalu, sepuluh jornada pembuka juga sepuluh jornada di akhir menjadi batu sandungan bagi Andres Iniesta dkk. Pekan satu sampai sepuluh, Barca kalah dua kali. Bahkan Barca pernah terlempar ke posisi lima klasemen.

Sedang pada sepuluh jornada terakhir, Barca sempat panas dingin. Gara-gara kelengahan Barca, yang mengalami hattrick kalah oleh Real, Real Sociedad, dan Valencia plus tekanan dari Real dan Atletico yang pantang kendur maka prediksi Barca juara sebelum akhir musim batal.

Sempat unggul 12 poin dari Real Madrid di posisi ketiga juga menang delapan angka dari Atletico di posisi runner-up sampai jornada 29, kepongahan Barca untuk menutup musim dengan cepat tak terealisasi.

Enrique sadar kalau lini belakang masih menjadi problem buat Barca. Misalnya ketika Barca digelontor empat gol tanpa balas Liverpool pada International Champions Cup (ICC) Minggu (7/8/2016) lalu di Wembley.
Meski mendatangkan Samuel Umtiti dan Lucas Digne akan tetapi lini belakang Barca tidaklah sesolid era Carlos Puyol. Gerard Pique masih sering teledor di jantung pertahanan. Sementara Javier Mascherano tak bisa dipungkiri usianya yang sudah 32 tahun melambat.



loading...

Feeds